CeritaPeternak Sapi 63 Tahun Naik Haji, Selipkan Doa Minta Jodoh yang Elok di Ka'bah. 26 June 2022, 16:48. Setelah menanti selama 11 tahun, Amam, seorang peternak sapi akhirnya berangkat ibadah haji 2022. Pria berusia 63 tahun ini tiba di Makkah seorang diri, tanpa didampingi keluarga.
ï»żRombongan Haji tiba di Mekkah. Foto Dok. KITLVArtikel seutuhnya berasal dari Historia yang merupakan majalah sejarah online di Indonesia, ialah partner Nusantara sudah banyak yang memeluk Islam. Kesultanan Islam telah dikenal dunia. Namun, hingga dua abad setelahnya tak diketahui apakah sudah ada yang pernah naik haji ke tertulis pertama tentang orang Melayu atau Nusantara yang berhaji baru muncul pada akhir abad ke-15 M, yaitu Hang Tuah yang ceritanya dikenal sekira 1482 M.“Hang Tuah tokoh tersohor di Malaka. Ini masa akhir kehidupan Malaka sebagai kesultanan dan 30 tahun sebelum direbut Portugis pada 1511,” kata Henri Chambert-Loir, peneliti di Ecole Française d’ExtrĂȘme-Orient EFEO, dalam acara Borobudur Writers Cultural and Festival ke-7, di Hotel Manohara, Magelang, Jumat 23/11. Namun, kisah Hang Tuah ini pun terbukti mendapat tambahan dalam tubuh ceritanya. Adegan ini, menurutnya, dipinjam dari teks Arab. “Ini artinya bukan orang Nusantara atau Hang Tuah yang pergi ke Makkah,” lagi, menurut Henri, catatan perjalanan naik haji berikutnya umumnya negatif. Beberapa tokoh utama menafikan manfaat naik haji. Contohnya kisah tentang dua orang sultan Malaka. Pertama, sultan yang berkali-kali ingin naik haji, tapi keburu meninggal sebelum naik haji. Sultan kedua secara gamblang menafikan ketinggian Makkah atas Malaka. Dia juga secara tersirat menafikan kesahan ibadah haji ke itu datang dari penjelajah asal Portugis, Tome Pires dalam catatannya, Suma Oriental. Sultan yang dimaksud adalah Sultan Mahmud Syah 1488-1511. “Dia begitu pongah keterlaluan dan takabur tentang ini sampai dia membanggakan diri sedemikian berkuasa hingga dapat menghancurkan bumi dan dunia memerlukan pelabuhannya sebab letaknya di ujung musim, dan Malaka akan dijadikan Makkah, dan dia tak berpegang pada pendapat ayah dan kakeknya mengenai pergi ke Makkah,” catat Pires. Suasana haji di Kakbah, Mekkah pada 18 July 1889. Foto Getty ImagesTokoh yang senada adalah Hamzah Fansuri, penyiar sufi agung dari pelabuhan Barus. Dia pernah naik haji seperti disinggungnya dalam syair Di dalam Makkah mencari tuhan di Bait al-Ka’bah/ Di Barus ke Kudus terlalu payah/ Akhirnya dapat di dalam rumah. Ini artinya, kata Henri, Hamzah Fansuri pergi ke Mekkah, menjalankan ritual haji, mencari Tuhan di dalam Masjidil Haram, tetapi merasa justru menemukan Tuhan di dalam dirinya sendiri. Bait ini, termasuk wacana yang meremehkan peran haji dalam kehidupan seorang muslim, khususnya aliran tasawuf. “Tuhan tak perlu dicari di Makkah, adanya di dalam diri sang sufi,” kataHenri. Lalu pada awal abad ke-17 M, cerita datang dari seorang ulama tersohor, Syeikh Yusuf Makassar. Dia kemudian menjadi qadi di Kesultanan Banten pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa 1651-1683.Kisah ini, kata Henri, ditemukan dalam naskah Bugis, Riwakna Tuanta Salamaka ri Gowa. Syeikh Yusuf naik kapal. Di tengah pelayaran, dia berjumpa Nabi Khidir. Syeikh Yusuf dinasihati supaya tak perlu pergi ke Makkah. Kata sang nabi, tak ada yang bisa dipelajari di situ. Namun, Syeikh Yusuf tetap pergi ke Makkah. Setibanya di sana, dia melakukan berbagai keajaiban yang memperlihatkan kelebihannya atas penduduk sejarahnya, menurut Henri, tak ada satu pun raja atau sultan Indonesia naik haji kecuali Sultan Pontianak pada 1800 M. Namun dia pun bukan orang Nusantara, melainkan Arab. “Barangkali ini disebabkan karena raja-raja Indonesia tak mau mengakui kelebihan negara lain,” ucap Henri. Kendati begitu, beberapa raja, dari Baten, Mataram, dan Makasar mengirim utusan ke Makkah untuk memohon gelar sultan. Beberapa sultan juga mendirikan rumah pemondokan di Makkah dan Mina untuk calon haji dari kerajaan mereka. Sulitnya menemukan catatan perjalanan orang Nusantara pergi haji, bukan berarti tak pernah ada yang berhaji. Pasalnya, kebiasaan menulis catatan harian atau catatan perjalanan memang bukan menjadi kebiasaan orang Melayu atau Nusantara. “Menulis tentang diri sendiri bukan budaya Indonesia. Ini baru muncul pada abad ke-19 karena pengaruh Eropa,” kata Haji tiba di Tanjung Priok. Foto Dok. KITLVDengan demikian kisah orang Melayu naik haji baru muncul lama sekali setelah Islam masuk ke Nusantara. Kisahnya muncul dalam Tuhfat al-Nafis oleh Raja Ahmad, bangsawan keturunan Bugis dari Riau. Tulisannya itu dibuat pada 1860-an. Sementara dia naik haji pada 1828. “Dia tidak menyebut mau menunaikan rukun Islam, tapi membayar nazar yang diucapkannya waktu sakit,” ujar kisah haji dalam Perjalanan Saya ke Makkah karya Wiranatakusumah, yang saat itu menjabat bupati Bandung. “Salah satu kisah tentang naik haji paling menarik,” kata 40 tahun kemudian muncul semakin banyak kisah haji. Ada sembilan kisah, dari Hamka, Ali Hasjmy, Rosihan Anwar, dan Asrul Sani. Pada 1965, kisah haji terbit dalam jumlah lebih banyak lagi, sampai puluhan judul. Oman Fathurachman, filolog UIN Syarif Hidayatullah menambahkan, baik penceritaan pengalaman berhaji yang ditulis orang Nusantara maupun bangsa lain punya ciri masing-masing. “Jadi orang-orang Nusantara juga naik haji dan menuliskannya, tapi karakternya sangat berbeda,” asing, seperti Ibn Battutah menulis pengalaman perjalanan dengan kebiasaan mendeskripsikan yang dia lihat. Sementara orang Nusantara lebih menerangkan pengalaman spiritual, kondisi perjalanan haji, seperti kondisi kapal dan pengalaman rohaninya. “Itu yang menonjol. Jadi kita tidak lihat apa yang mereka lihat di sana, orang Arabnya bagaimana, dan lain-lain. Mungkin karena tak begitu paham bahasanya,” ujar Oman.

KUMPULANCERITA YONG DOLAH .,,,DI CERITAKAN KEMBALI OLEH YULI PANDI PUTRA MELAYU DARI SUNGAI PAKNING KAB. BENGKALIS FOTO PENULIS DAN KELUARGA Yong langsong tiru caro bule tadi, yong panggel pelayan, dan tunjok mejo yong, yong cakap: "MORE" Baru 3 menet Pelayan pon datang

-BTW, Saya akan bercerita dalam Bahasa Indonesia. saya cuman gak biasa introduce gak pake bahasa inggris di blog lusuh ini So I was wandering around internet like usual. Hmm.. What else am I gonna do in this beautifully awful and boring day? Nothing, except rolling around and browsing internet stuff. Who cares anyway? Well yeah, as usual. Never be able to sleep early because apparently tonight is so hot. Like the other night. I drink that chamomile tea that I bought 3 days ago at Jaya Grocer. Pretty expensive but it works. I don’t know why it’s not really working tonight. Maybe I shouldn’t drink it too often, my body will get used to it and the chamomile tea effects won’t work on my body anymore. Orait, back to the topic. So I was on internet, as usual. and I was lost, as usual. And I found a blog about my childhood hero. Hmm,, yeah, I can say that he’s my childhood hero. It’s a blog about Yong Dollah. He’s an artist from my hometown, Bengkalis. And since this post will discuss about my hometown and childhood hero saya akan menceritakannya dengan Bahasa ibunda tercinta, Bahasa Indonesia. Atau mungkin bahaso melayu bengkales lah siket. Pak Abdullah Bin Endong atau yang dikenal masyarakat bengkalis dengan panggilan Yong Dollah ialah seorang seniman dari kampung halaman saya, Bengkalis. Menurut blog yang saya temukan diatas, katanya, Yong Dollah ini punya banyak cerita dan kebanyakan ceritanya berdasarkan pengalamannya sendiri berisi lelucon, lawakan, khayalan Yong Dollah. Raditya Dika versi oldschool gitu lah. Beti. Bayangkan seberapa asik dan santainya hidup Yong Dollah karena banyak lelucon dan hal lucu yang dialaminya. Hemm.. *manyun* Nah, dari dulu sebenarnya saya tidak pernah tau wajahnya seperti apa dan barulah malam ini saya mengetahui wajah childhood hero saya tersebut. Menurut blog yang diatas tadi lagi, wajah beliau seperti ini nih. Young Dollah sang seniman legendaris *salute* Beliau ini, kalau bercerita, suka melebih-lebihkan. Bahasa kerennya Hiperbola. Bahasa Inggris nya Hyperbole. Bahasa alay nya Lebay. Padahal Lebay itu dalam Bahasa melayu artinya orang yang pandai berdoa. Kayak ustadz-ustadz yang sering diundang kerumah buat mimpin doa kalo ada syukuran dan acara sejenis. Ntahapa-hapa Bahasa anak jaman sekarang ni. Pening pulak awak dibuatnyo. Oke, kembali ke Yong tadi. Beliau ini orangnya expresif. Jadi seolah-olah semua ceritanya terdengar seperti pernah terjadi walaupun terdengar sangat absurd. Cerita Yong Dollah ini banyak versi nya. Terkadang
. bukan terkadang lagi, taapi seringkali karna Yong Dollah ini sudah jadi sebagai ikon seorang yang lucu, banyak cerita yang dikarang oleh orang-orang tetapi menggunakan Yong Dollah sebagai karakter utama. Dulu waktu saya masih kecil cerita Yong Dollah ini sangat popular dan setiap anak berlomba-lomba membuat cerita lucu dengan Yong Dolah sebagai karakter utamanya. Biasanya kami bercerita kalo udah capek main gak jelas. Dulu kan gak ada gadget. Mainnya di tanah, di parit, dan tempat berpotensi untuk menghilangkan nyawa kami. Anak-anak dulu kan hardcore. Oke, kembali ke cerita. Nah, kami dulu suka berlomba menceritakan cerita lucu ketika kami istirahat saat main. Cerita-cerita teman-temanku dulu banyak yang lucu, ada juga yang garing krik-krik kress top cer. Tapi pada dasarnya dulu kami terdengar sangat kreatif. Ceritanya sih itu-itu aja, cuman saking kreatifnya anak-anak ini mereka juga bisa melebih-lebihkan layaknya Yong Dollah. Jatuh nya malah jadi lucu banget. Saya akan menceritakan cerita Yong Dollah yang masih teringat sampai sekarang dan menurut saya cerita Yong Dollah yang paling lucu yang pernah saya dengar. Mungkin ada bahassa melayu Bengkalis yang tidak bisa dimengerti tapi ya ntar deh saya coba translate. Berikut adalah Cerita yang pernah saya dengar. jalan ceritanya kayak gini, tapi detail nya saya tambah sediri, sekalian ngelatih skill nulis. ahoho. oke, let's gooo... 1. Yong Pergi Ke Amerika Pada suatu hari, Yong pergi ke Amerika diundang oleh presiden Amerika ntah buayo ntah katak, ntah iyo ntah tidak. Sampai di Amerika, Yong pun pergi lah bersiar-siar dulu sekitar Amerika. Semasa Yong berjalan tak jelas mano arah, Yong tesampok satu kedai. Didepan kedai tu ado tulisan “Open”. “Alamak, Bahayo kedai ni?” kato Yong. Yong masih terheran-heran dengan kedai ni. Bukan cuma itu, kedai sebelah kiri kanan depan belakang pun bertuliskan “Open”. Sampai kemudian ada Oghang Puteh orang putih/Caucasian hendak masuk ke kedai tersebut. Yong terkejut, Yong tegur oghang puteh tu. “Mister, jangan masok kedai tu. Nanti hangos” Sang Mister ini tadi mano lah paham bahaso melayu. Mister tu pun bingung. Sebab tak tahu dan tak mau tahu sang mister masuk saja lah kedalam kedai tu. “Eii, Mister!! Astaghfirullah.. Masuk pulak dio.” Yong menyayangkan. Yong pun tak dapat buat apa lah. Tapi sebab Yong penasaran dan ingin tahu apo nasib si mister tadi ni, Yong tunggu si mister tadi depan kedai tu. Tunggu punya tunggu, seorang lelaki berkulit hitam pun keluar dari kedai tersebut. Yong pun menghampiri lelaki tersebut dan Yong berkata “Haaaa,, Kan Yong dah cakap jangan masuk situ. Kang hangos. Kan sekarang dah Hangos. Degil..” Yong mengira kalau tulisan “Open” yang digantung di pintu kedai ialah “Oven” untuk memanggang. Seorang kulit putih masuk kedalam kedai dan seorang kulit hitam keluar dari kedai. Yong mengira mereka adalah orang yang sama. Yong mengira bahwa si Mister yang tadi masuk tadi keluar hangus karna masuk kedalam “Open/Oven”. -end- Ceritanya sedikit rasis. Bukan sedikit, tapi emang rasis. Tapi akui saja cerita ini lucu. Dengan keluguan Yong yang mengira si mister masuk ke “Open” dan keluar hangus. Padahal itu 2 orang yang berbeda. Nah, pesan moral nya disini, Belajar baik-baik. Sepele sih. Cuman kebiasaan orang melayu, hmm,, gak,, kebiasaan orang Indonesia yang ain’t got time to pronounce “V” atau “F” dengan baik dan benar. Jadi bilang nya “Open”. Sama kayak “Film” jadi “Pilem”. “Fanta” jadi “Panta” . Kalo bercita-cita ingin keluar negri, belajarlah Bahasa Inggris yang baik dan benar. Jadi gak malu-maluin. 2. Lotre Suatu hari, Yong sedang bersantai di ruang tamu. Lalu adik Yong pulang kerumah dari sekolah dengan wajah masam. Yong ternampak lah adiknya dengan muka masam tadi itu. Yong pun bertanya “Ha, mengapo mengentam nyo dikau ni? Masaaaam muko. Panjaaang muncong” Tanya Yong. “Ulangan aku ni ha Yong. Dapat godok aku.” Jawab adik nya sambil mengeluarkan kertas ulangan dengan nilai nol besar berwarna merah menyala. “Alamak, ni kalau mak dikau nampak, besepai dunio. Mampos lah dikau” Yong menakut-nakuti adiknya. “Macam mano ni Yong? Aku tendak keno sepak emak do” kata si adik kepada Yong. Yong pun berfikir keras mecari akal untuk menyembunyikan kertas ulangan si adik. Namun belum lagi sempat berfikir si emak menjerit dari belakang “YONG? ADIK DIKAU TU? BALEK TAK PAKAI ASSALAMUALAIKUM HA..” Suara emak mendekat dan terdengar hentak kaki emak di lantai papan rumah. “Alamak, emak, Yong. Mampos lah aku” si adik panik. Tanpa berpikir panjang, Yong sumpal Kertas ulangan ke mulut si adik. “Telan!! TELAN!!” perintah Yong kepada adiknya. Kertas tak berdosa itu pun ditelan bulat-bulat. Si adik terbatuk-batuk. Dalam waktu yang sama Emak pun sampai keruang tamu. “Ha, mengapo dikau? Tebatuk-batuk. ntah hapo-hapo yang dijajan dekat sekolah agaknyo? Mano kertas ulangan dikau?” kata Emak. “Aeeee,, anu,, pak guru tak kasi balik kertas ulangan tu do.” Jawab Yong. “aeh? kenapo dikau pulak yang menjawab?” Tanya si Emak. Yong dan adik panik. “eee,,, aa,, budak ni cakap tadi. Kan dio tengah tebatuk ni, macam mano pulak dio nak menjawab. Emak ni asyik maraaaah ajo. Cepat tuo kang” jawab Yong sambal mengejek Emak “Ish, memang aku dah tuo” jawab si Emak sambil berbalik menuju dapur. Yong dan si Adik menghela nafas. “Selamat aku Yong.” “ceh, besok-besok belajo tu bebetol” jawab Yong sambil mengutuk adiknya. Malam harinya, Yong menonton TV dengan adiknya. Namun tiba-tiba, si adik sakit perut. “Yong perut aku sakit ni ha” kata si Adik sambil memegang perut. “Berak lah sano” jawab Yong, masih focus dengan acara di TV. Si adik berlari menuju WC dan buang hajat sepuas-puasnya. Beberapa saat kemudian si Adik berteriak dari belakang “YOOOOONG!!!” Yong terperanjat. “HAPO?? MENGAPO?? APO NAMONYO??” Si adik berlari menuju Yong dengan secarik kertas di tangannya. “Yong aku dapat seratus ribu dekat taik aku, Yong” sambil menyodorkan secarik kertas berlapiskan “emas”. Yong mundur 3 langkah. Yong terheran. “Macam mano dikau dapat ni?” Tanya Yong masih terheran. “Ntah, kertas ulangan tadi petang aku makan dak?” sangka si adik. “betul lah?” Tanya Yong masih terheran. “Ntah, yang penting aku dapat duit. Hahahahaha” Yong sangat terheran. Apa benar gara-gara makan kertas ulangan dapat duit? Yong yang tak bepuas hati masuk kedalam kamar adiknya mencari kertas ulangan adiknya yang lain. kalau-kalau ada. Dan ditemukannya 1 kertas ulangan adiknya. Tanpa berfikir panjang, Yong makan kertas ulangan yang malang tersebut dan langsung tidur. Berharap esok pagi rutinitas Yong tiap pagi di WC membuahkan hasil. Malam yang pelik itu berjalan panjang. Keesokan harinya, Yong melaksanakan “Bertapa” di WC. Tunggu punya tunggu akhirnya keluarlah secarik kertas bersama tumpukan “hasil tambang” Yong. Yong sangat gembira melihat kertas tersebut. Namun yang ditemukannya bukan uang kertas. Ketika Yong buka lipatan kertas binasa itu terdapat sebuah tulisan “MAAF, ANDA KURANG BERUNTUNG” -end- Pesan moralnya. Gak ada. Yang pasti JANGAN DAPAT NOL PAS ULANGAN DAN JANGAN MAKAN KERTAS. Ceritanya jorok. Baru sekarang nyadar. Tapi dulu lucu loh. Mungkin sekarang otak saya sudah lurus. Tapi masih lucu ceritanya sampai sekarang hahahaha. ada sih pesan moral nya. gak semua yang didapat sama orang kita juga bisa dapat. kalo udah usaha tinggal tawakal aja. hasilnya tergantung sama yang maha kuasa. Shit man, how can i get so positive over a story about shit? Abaikan. 3. Kapal Pesiar Yong ialah seorang kapten sebuah kapal yang besar. Suatu hari yong pulang ke Bengkalis. Dermaga tempat kapal Yong dilabuhkan berjauhan dengan kampong Yong. Jadi Yong pulang dengan becak. Sampai di kampong, seluruh warga kampong menyambut Yong dengan meriah. Warga kampong tidak sabar untuk mendengarkan cerita Yong dan kapal pesiarnya yang dikabarkan sangat besar tersebut. Warga kampong berkumpul untuk mendengarkan cerita Yong. “Haa.. Miko nak dengo ceghito apo?” Tanya Yong kepada warga. “Yong aku dengo kapal dikau beso” kata salah seorang warga. “Beso tu beso. Tapi tak lah beso sangat do.” Jawab Yong dengan rendah diri. “Hooooooo” gumam warga kampong. Lalu salah seorang warga bertanya lagi. “berapo panjang kapal dikau Yong?” “Panjang tu tak berapo panjang do. Kalau bawak pisang dari depan ke belakang, Pisang busuk” jawab Yong. “Ish, panjang tu Yong.” warga tersebut terkagum-kagum. Lalu warga lain bertanya lagi “Kalau lebar nyo Yong?” “Lebar nyo tu pun tak Lebar-lebar betul. Kalau dikau masak nasi dari kiri ke kanan, Nasi basi” jawab Yong. “ckckckckck. Lebar tu Yong” warga masih terkagum-kagum. “Kalau tinggi Yong?” Tanya salah seorang warga lagi. “Haaaaa,, kalau tinggi tu memang tak tinggi do. Kalau dikau berak di atas, taik tu jatuh, sampai dibawah, Taik Kering.” *dubrak* -end- Besarnya kapal pesiar milik Yong ini. Hahahahaha, kapal mana sih yang sebesar itu? Ada-ada saja. Pesan moralnya, yaaa jangan sampe kena tipu orang deh. 4. Yong dan anak Pak Haji Yong, ialah pemuda yang sangat pintar mengaji. Namun Yong ini sangat nakal. Kalau orang melayu Bengkalis menyebutnya Teking red TÉℱkeng. Seperti biasa Yong pergi mengaji dengan kawan-kawannya. Hari ini Yong pergi mengaji dirumah Pak Haji Samad atau siapapun namanya, saya tidak ingat. Pak Haji Samad ini punya 2 orang anak gadis, satu bernama Ani dan satu lagi Siti. Apabila anak-anak muda ini ternampak anak gadis pak haji Samad ni, terkesima lah mereka. Semua berlomba-lomba mengaji yang betul untuk memikat hati anak gadis pak haji Samad. Namun satupun taka da yang betul kecuali Yong. “Miko ni, ngaji tak ado yang betul. Sumbaaaaang ajo. Tengok Yong ni, pandai mengaji, sedap suaranyo” kata pak haji memuji Yong. Hidung Yong pun kembang kempis mendengar pujian pak haji. Tepandang lah anak gadis pak haji, tengah berbisik-bisik di balik lansir pintu dapur. Makin kembang kempis lah hidung Yong. Pulang mengaji, cuaca terlihat mendung. Yong dan kawan-kawan bergegas pulang kerumah masing-masing. Ditengah jalan mereka bercerita tentang anak gadis pak haji. “Bukan main cantek lagi anak pak haji Samad tu. Sejuk mato aku memandang” kata Atan. “Ho’oh, Ani tu ha. Putih melepak kulit dio, silau mato aku memandang” kata Sabir pula. “tak dikau tengok si Siti? Tinggi semampai. Kalau macam gini caro nyo, tiap hari aku ngaji umah pak haji samad” timpal Udin pula. “Tapi yang keno puji pak haji tu aku. Hehe” kata Yong bersilang tangan, berlagak. “Ei, aku nak dengan anak dio lah, bukan bapak nyo. Hahahahahaha” kawan-kawan Yong pun gelak terbahak-bahak. Lalu Sabir tersadar, Yong tidak memakai sandal. “Eh, Yong. Selop dikau mano? Tanyanya. “Eh, iyolah. Tetinggal umah pak haji” jawab yong setelah melihat kaki ayam nya. “Eleh, alasan dikau ajo tu nak balek lagi ke umah pak haji. Menggatal dekat anak gadis dio” ejek Udin. “Aku balek ke umah pak haji dulu lah ambik selop aku, miko balek dulu lah.” Kata Yong sambil berjalan me arah rumah pak haji Samad. “Usah lelamo Yong. Hari nak ujan. Usah dikau kacau anak pak haji ye Yong.” Pekik Atan dan diikuti oleh tawa kawan-kawan Yong. Yong pun kembali kerumah pak haji Samad. “SMLEKOOOOOOM” Pekik Yong dari pintu depan rumah pak haji. Pak haji pun menoleh dari arah dapur “Apo laaaaah dikau ni Yong? Ucap salam tu bebetol. “Assalamualaikum”. Ucap balek bebetul”. Yong tersenging. Pak haji balik ke dapur. Menunggu salam yang betul dari Yong. “ASSALAMUALAIKUUUUUUM” Pekik Yong lagi. “Wa’alaikumsalam warahmatullah.. usah pulak tepekik sangat. Pecah pulak tingkap umah pak haji ni kang” gurau pak haji. “Ha, apo pasal dikau balek lagi kesini?” Tanya pak haji. “Selop sayo tetinggal pak haji.” Jawab Yong. “Eh, Iyo pulak. Ani yang letak belakang tadi. Takut keno hujan. Pegi mintak dekat Ani di belakang.” Yong pun pergi ke belakang dapur. Ada Ani disitu sedang mengangkat jemuran sebelum turun hujan. “Ani” panggil Yong. “Eh, Abang Yong. Kenapo bang?” Tanya Ani. “Abah dikau tu ha. Suruh dikau cium pipi abang sebelah kanan.” Gurau Yong. “Ah, Tendak do” tolak Ani sebab tidak percaya. Yong pun besorak dari belakang “Pak hajiiiiiiiiiiiiiii, Ani tak kasiiiiiiiiiiiiiiiiiii” Mendengar sorak Yong pak haji pun menyahut “Kaaaasii, Niiiiiiiiiiiii
!” “Ha, dengo tu? Abah dikau suruh.” Kata Yong sambil menahan ketawa. Dengan muka masam, Ani pun mencium pipi Yong sebelah kanan. Yong tersenging-senging. Setelah itu, yong pun meminta sandal nya yang tertinggal kepada Ani dan Ani memberikannya kepada Yong sebelum Yong mengadu kepada Abah nya lagi. Yong berpamitan dengan Ani dan Ani pun berpamitan hendak melipat baju. Ketika hendak berpamitan dengan pak haji, hujan pun turun. “Hujan ni nak tunggu lah dulu” pinta pak haji kepada Yong. “Iyo lah pak haji” terima Yong. Tak berapa lama kemudian, Yonng terpandang anak gadis pak haji yang satu lagi, Siti. Pergi kearah dapur. Yong yang teking dah miang ni tak habis akal mengusik anak pak haji. “Pak haji, sayo sejuk ni. Boleh mintak kopi tak dengan anak pak haji?” Tanya Yong “Boleh, Pergi ke belakang tu. Ado Siti di belakang. Minta dio buatkan kopi” jawab pak haji. Yong pun pergi ke belakang. Ada Siti disitu. Tengah mencuci piring. “Siti” panggil Yong. “Iyo Bang Yong?” jawab Siti. Yong mendekati Siti dan berbisik pelan. “Abah dikau tu.. disuruh dio pulak abang mintak dikau cium pipi abang sebelah kiri” Siti terkejut dan mengenyitkan mata “Ih, Tendak lah, malu” Sekali lagi Yong berteriak “ Pak Hajiiiiiiiiiiiiiiiii,, Siti tak kasiiiiiiiiiiiiiiiiiii” Dan sekali lagi pak haji menyahut “Kaaaaaaaaaaaasiiiiiiii, Sitiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
 mengapo laaahh, anak gadis aku niiii. Disuruh tak mau?” Yong menahan ketawa. Siti pun dengan malu-malu mencium pipi kiri Yong. Setelah itu Yong meminta Siti membuatkan nya kopi. Setelah menghabiskan kopi dan melihat hujan sedikit mereda hanya tinggal gerimis saja, Yong cepat-cepat minta izin pulang dengan pak haji. “Balik dulu pak haji. pamit Yong. “Eh, belum berenti lagi hujan do Yong. Basah dikau kang.” Kata pak haji. “Tak apo do pak haji. Emak suruh balek sebelum maghrib. Kang keno sungut sayo. Smlekom,, eh,, Assalamualaikum..pak haji.” jawab Yong sambil memasang sandal dengan ligat “Wa’alaikumsalam warahmatullah. “ jawab pak haji. “Baik budi betul budak ini. Pandai mengaji pulak tu” kata pak haji dalam hati. Lalu kedua anak gadis nya menghampiri abah nya. “Abaah, betul tadi abah suruh Ani cium pipi kanan Bang Yong?” Tanya Ani. “Hah? Tak lah, abah suruh ani kasi selop dio yang tinggal tadi” pak haji terkejut. “Siti pun gitu juga tadi bah. Abah suruh Siti cium pipi kiri bang Yong” kata Siti pula. “Hah? Tak ado lah, abah suruh dio minta kopi dengan dikau di belakang. KUGHANG HAJO PUNYO BUDAK. MIANG DENGAN ANAK AKU. YOOOOOOOOOOOOOONG!!!” Pak haji mengejar Yong yang belum jauh dari rumah nya dengan sebuah parang. Yong ternampak pak haji dari arah rumah nya. “Alamak pecah tembelang” Yong pun lari sekuat tenaga dan terjadilah adegan filem India di tengah gerimis hujan hanya saja lebih terlihat seperti adegan mengejar pencuri daripada adegan romantisD -end- Pesan moralnya JANGAN GANGGUIN ANAK GADIS ORANG KALO GAK MAU DIBUNUH SAMA BAPAKNYA. Yaa,, kira-kira segitu lah cerita Yong yang saya ingat. Absurd-absurd gak jelas gitu namun membawa nostalgila yang luar biasa. Ceritanya masih banyak yang lucu. Namun udah gak banyak yang tau cerita Yong Dollah seiring berjalannya waktu. Mainan anak-anak sekarang bukan dongeng sebelum tidur lagi. Tapi udah tontonan YouTube, scrolling over Instagram atau game sejenis Candy Crush yang kadang-kadang bukan bikin ngantuk tapi malah melek semalaman. Bukan mau nyalahin teknologi sih. Tapi udah jadi lifestyle. Mau dibalikin lagi susah. Semoga aja lah posting kali ini kekal di internet. Ada anak-anak yang nyasar ke blog saya, terus baca cerita dongeng legendaris dari Bengkalis ini. Tapi ini di rated BO harusnya. Anak-anak sekarang pikirannya terlalu dewasa. Yang cerita Yong dan Anak Pak Haji bisa-bisa malah dipraktekin. Kalo anak-anak dulu mah kita nyadar, yang boleh begitu Cuma orang dewasa aja. Well.. tidak tersangka tidak terduga ada juga 3 jam nulis postingan ini. Semangat sekali saya sodara-sodara. Kalo ada yang nyasar kesini terus baca sampe ke line ini, tolong si share ya. JANGAN DI COPAS LOH. 3 jam loh ini typing nya. At least jadikan saya referensi. Spread the love. Or Nutella. Over a bread. -Ledy-
PakAbdullah Bin Endong atau yang dikenal masyarakat bengkalis dengan panggilan Yong Dollah ialah seorang seniman dari kampung halaman saya, Bengkalis. Menurut blog yang saya temukan diatas, katanya, Yong Dollah ini punya banyak cerita dan kebanyakan ceritanya berdasarkan pengalamannya sendiri berisi lelucon, lawakan, khayalan Yong Dollah.
ARAB SAUDI, – Dua pemuda naik haji ke Tanah Suci menggantikan orangtuanya yang meninggal dunia sungguh sangat mengharukan. Baca Juga Pemuda pertama bernama Muhammad Ulinnuha 25 tahun dan Mada Agung 23 tahun yang menjadi jemaah haji Indonesia. Ulin menceritakan pengalaman naik haji yang menggantikan ibunya yang meninggal dunia. Sang ibu mendaftar haji pada 2011. Namun, tahun lalu, ibu Ulin meninggal dunia karena sakit. Baca Juga ”Ibu meninggal di usia 57 tahun,” kata Ulin kepada Media Center Haji MCH di Masjidil Haram, Makkah. Ulin menggantikan sang ibu berangkat haji dan menemani ayahnya, Karmaji, berangkat ke Tanah Suci. Keluarga asal Jepara, Jawa Tengah, itu berangkat melalui embarkasi Solo SOC. Baca Juga Ulin terharu saat pertama kali menginjakkan kaki di Tanah Suci saat melakukan ibadah di Masjid Nabawi dan melihat Kakbah di Masjidil Haram. Apalagi, menurut dia, hal itu belum tentu bisa terjadi apabila mendaftar haji sendiri yang menunggu antrean hingga belasan tahun. Ulin tidak lupa selalu mengingat ibunya. Termasuk ketika memanjatkan doa di Baitullah. Ulin selalu memanfaatkan waktu untuk beribadah di Masjidil Haram. Baca Juga ”Berdoa sebisanya buat ibu. Doa terbaik. Semoga di sana ibu ditempatkan di sisi yang terbaik,” katanya. Tak hanya Ulin, pemuda lainnya yang menjadi jemaah haji menggantikan orangtuanya meninggal bernama Mada Agung asal Sugiwaras, Bojonegoro, Jawa Timur. Mada Agung berangkat haji menggantikan ayahnya, Edi Saputra 59, meninggal karena Covid-19 pada 2021. "Bapak nunggu sudah 12 tahun untuk pergi haji,” katanya saat ditemui di Hotel Sofwat Albayt, Mahbas Jin, Makkah. Mada merupakan mahasiswa Universitas Bojonegoro dipilih menggantikan ayahnya karena masih lajang. Kakak-kakaknya sudah berkeluarga sehingga sulit apabila harus mendadak pergi haji. Mada akhirnya berangkat mendampingi ibunya, Wiwin Sriastuti yang berusia 45 tahun. Editor Hadits AbdillahFollow Berita Celebrities di Google News Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis tidak terlibat dalam materi konten ini. Beritaseni budaya : Galeri Hang Nadim (GHN) kembali menyelenggarakan pameran seni rupa untuk yang kedua, setelah menaja pameran Rupa, Drawing, Kartun+Kaligrafi (Rudraka) yong dolah, seni rupa riau, kartun, komik yong dolah,furqon elwe
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Yong Dolah 3. Tangganya Mana?Note; Ini adalah rangkaian cerita klasik Humor Rakyat Bengkalis. Semoga berkenan^^.Yong Dolah 1. Di sini. Yong Dolah 2. Di toyeeeb
 maka tersebutlah kesah
Suatu hari. Yong Dolah merasa kelelahan setelah seharian bekerja di ladang. Ia memutuskan untuk istirahat sejenak di bawah sebuah pohon Yong harus kecewa. Ia yang sangat merasa kehausan, bibir pecah-pecah, tenggorokan kering, dan lambung yang panas Eetdah
 kek iklan nyang seger-seger ntu aje^^, ternyata oh ternyata, persediaan air minumnya telah habis. Satu-satunya botol air minum yang ia bawa, hanya tersisa beberapa tetes air saja. Dan tidak menghilangkan dahaga Yong yang mata Yong bersinar terang. Di ujung sana, ia melihat satu pohon kelapa. Terpikirkan betapa segarnya air kelapa muda di saat sore nan terik ini, tenggorokan Yong bergerak membuang masa, Yong segera berlari mendekati pohon kelapa tersebut. Napas Yong terengah-engah, dan semakin menambah derita dahaganya. Sejenak Yong memandang buah kelapa yang hijau-hijau di atas sana.“Tinggi juga!” Pikir tanpa berpikir panjang Yong langsung saja memanjat pohon kelapa tersebut. Bersusah payah dalam kehausan dan kelelahan, Yong akhirnya berhasil mencapai tandan-tandan pohon kelapa begitu ia akan memetik satu butir kelapa muda, Yong terdiam seribu bahasa. Wajahnya pucat pasi. Saat melihat ke bawah, Yong begitu ketakutan. Gamang. Lututnya gemetar serasa goyah.“Maaak
” Jerit Yong setengah menangis. “Macam mano nak turun ni
?! Tangga pun tak ado!”Di atas pohon kelapa, Yong berpikir memutuskan untuk turun. Lalu berlari pulang ke rumah. Dan kembali lagi ke ladang, menuju pohon kelapa tadi dengan membawa sebuah tangga tersenyum bangga. Tangga ia posisikan ke batang kelapa. Dan lantas menaiki anak tangga tersebut. Memetik beberapa butir buah kelapa muda. Kembali turun ke bawah menggunakan tangga tersebut.“Hahaha
 macam ni kan elok!” Ujar Yong sembari bertolak pinggang. “Tak payah nak manjat-manjat macam beruk! Kan ado tangga, hahaha!”Dan Yong akhirnya pulang sambil memikul tangga dan beberapa butir buah kelapa muda terikat di sisi tangga kayu tekurang, mohon maaf la ye Pakcik Makcik ^^Dan ternyata, yang baca ni cerita pasti bingung. Kok bisa?Jawabannya gampang^^. Yaa bisalah, namanya juga cerita dari Datok Yong Dolah. TULISAN INI PERTAMA KALI DIPUBLIKASIKAN DI COPASING DIIZINKAN DENGAN MENYERTAKAN URL LENGKAP POSTINGAN DI ATAS, ATAU DENGAN TIDAK MENGUBAH/MENGEDIT AMARAN INI. Ando Ajo, Jakarta 24 April Kasih Admin Kompasiana^^ Lihat Humor Selengkapnya
Suatuhari yong pegi kebengkalis naik sepeda unte..(sepeda apek2),besiiuol konon yong nii kaedahnye.yong pegi sorang aje, minah,Kalau dia ikot kemaren tuBiseng,Macam2 pulak mintaknyeeee.
Kompas TV religi beranda islami Diperbarui Rabu, 14 September 2022 0052 WIB Ilustrasi Mekkah. Yuk baca doa dari Alquran agar cepat naik haji dan umrah di bawah ini Sumber AFP/ Bandar Al-Dandani JAKARTA, - Setiap muslim di mana pun pasti mendambakan naik haji maupun umrah. Selain usaha dan ikhtiar, mengamalkan doa dari Al Quran ini dapat membantu seseorang agar disegerakan naik haji ataupun umrah. Dalam firman Allah surat Ali Imran ayat 97 disebutkan tentang kewajiban bagi seorang muslim yang mampu untuk mengerjakan haji. “
 mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari kewajiban haji, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya tidak memerlukan sesuatu dari semesta alam." QS. Ali Imran 97. Para ulama menafsirkan ayat tersebut dengan beragam. Bahwa haji bukanlah sebagai yang mampu’ belaka, tapi juga merupakan sebuah panggilan khusus dari Allah SWT. Faktanya, ada banyak faktor yang melatar belakangi seseorang bisa ke tanah suci atau tidak. Contoh terbaik adalah terkait pandemi tiga tahun belakangan ini. Tak sedikit calon haji yang siap diberangkatkan ke Tanah Suci, tapi karena faktor pandemi mengagalkan semuanya. Hal tersebut seakan menegaskan, persoalan haji khususnya adalah panggilan Allah. Jika Allah belum memanggil untuk ke Tanah Suci, maka belum akan terjadi. Doa naik haji berikut ini merupakan ikhtiar untuk dipanggil oleh Allah SWT agar bisa mendekat kepada-Nya di Tanah Suci. Sebuah usaha sederhana yang bsia dilakukan agar dianggap layak’ oleh Allah untuk berkunjung ke Baitullah. Doa agar cepat naik dan umrah ini termatub dalam Al Quran Surat Al-Baqarah ayat 127 dan 128. Doa ini bisa diamalkan setelah salat jumat dan lebih utama diamalkan saat sepertiga malam. Baca Juga Doa yang Diajarkan Rasululllah ketika Menghadapi Masalah Berat Doa agar Cepat Naik Haji dan Umrah inilah doa dari Alquran agar cepat naik dan umrah Sumber priyanto Ya Tuhan kami semoga Engkau menerima amalan ibadah kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui Ya Tuhan kami, semoga Engkau berkenan dapat menjadikan kami berdua suami-istri orang yang tunduk patuh kepada Engkau serta menjadikan diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau. dan semoga Engkau selalu berkenan memberikan petunjuk kepada kami agar dapat menunaikan ibadat haji, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. QS. Al-Baqarah 127-128 Semoga Allah memanggil kita untuk segera bisa ke tanah suci. Amin. Wallahu a’lam Sumber Kompas TV BERITA LAINNYA

yong DoLaH naek HaJi pasang niat nak kawen alias nikah pasang niatnyo "bulan februari tanggan 14 sayo siap nak melangsungkan resepsi". yong citokan lah niat yong nak naek hAjI., lang sOng BaNG salam ajo dengan semangat, pasang niat yang betol tu mudah nyo.. tinggal ucap BismiLLAh, kuatkan dalam hati Taon depan HArus bIsa

Young Dolah atau yang nama aslinya adalah Abullah Bin Endong merupakan seniman berasal dari Bengkalis, cerita yang didapatinya bersal dari pengalam - pengalaman pribadinya, yang penuh khayalan, lelucon dan kekonyolan. Sosok Yong Dolah selalu pembual yang suka bercerita, tapi yang diceritakan adalah kosong belaka. kisah-kisah yong dolah ini sudah jarang ditemui, karena kurang publikasi dari penerus ke penerus, sehingga cerita - cerita Yong Dolah ini hilang satu - ia bercerita Young Dolah sangat pandai berexpresi dan sangat hiperbola sehingga yang mendengar ceritanya bisa membuat kita tertawa terbahak-bahak dengan cerita yang dibawakannya. Yong Dolah bercerita tidak mengenal batas waktu bahkan tidak menggunakan bahan literatur atau referansi, sehingga ceritanya mengalir begitu saja seperti air tanpa putus, yang pastinya lucu sesuai dengan kepiawaian Bengkalis ini seakan hilang begitu saja padahal beliau sangat berarti bagi orang Bengkalis, kisah - kisah beliau yang lucu hilang begitu saja, ini di akibatkan kurangnya publikasi dari generasi - kegenerasi sehingga nama beliau tidak harum sebagai budayawan dan sekaligus seniman Bengkali. Beberapa Kisah - Kisah Yong DolahYong Dolah sang Abu Nawas Melayu Yong Dolah Naik Haji Perjalanan yong Dolah ke Negri Ngotjoleria Yong Dolah - Memanjat Patung Liberty Yong Dolah - Jadi Kapten Kapal Pesiar Yong Dolah - Orang Riau Ikut Perang Teluk Linggis dan Tangga Yong Dollah Umpan Daun Yong Dolah Yong Dolah Dan Piala Dunia Yong Dolah Jadi Kapten Kapal Pesiar Masih banyak lagi kiasah - kisah sang lagenda Yong Dolah ini, tetapi sayang nya sudah ditemukan lagi, sayang sekali apa bila kisah - kisah Yong Dolah ini hilang begitu saja, dan masih banyak tokoh - tokoh seperti beliau yaitu lebai malang , pak pandir dan lain - lain. Maka dari itu sebagai anak bangsa jangan sampai sejarh - sejarah yang ada di daerah, terutama Indonesia harus di budidayakan dan diceritakan dari generasi ke generasi selanjutmya.

Abestu yong keker ke arah bandara simpang tiga.. alamak,.. pesawat dah nak take off--- ahkk dah terbang pulak yong lompat ke atas.. tinggi betol pesawat tu.. yong teriak ke pilot singgah sini aku nak ikot ke jepon.. pilot tu jawab tak bisa singgah do yong, kalau bisa singgah dari tadi aku cakap tunggu aje kak bengkales,.. peneng kepalo.., yong ambek tali rapia yong umban ke pesawat tu.. dan tersangkotlah tali rapia tu ke pesawat.. naek lah yong ke pesawat..

Beberapa kisah menyentuh tentang keberangkatan seorang Muslim untuk naik haji pun banyak dijumpai. Termasuk di antaranya beberapa kisah menarik di bawah ini. Dream - Tak dipungkiri, ibadah haji menjadi dambaan sebagian besar umat Islam. Selain bisa menyempurnakan rukun Islam, ibadah haji setidaknya menjadi puncak kesempurnaan hidup bagi seorang Muslim, sebelum ajal menjemput. Hal itulah yang lantas memicu banyak orang untuk giat berusaha mewujudkan mimpinya pergi ke Tanah Suci. Jika kamu terbiasa menyisihkan penghasilan untuk memiliki dana yang cukup untuk naik haji, masih banyak masyarakat lain yang kurang beruntung tidak memiliki pekerjaan tetap. Hasilnya, beberapa kisah menyentuh tentang keberangkatan seorang Muslim untuk naik haji pun banyak dijumpai. Termasuk di antaranya beberapa kisah menarik di bawah ini. Kisah Penjahit yang Berhasil Naik Haji Masih teringat kisah Sutaryono, seorang penjahit yang tekun menabung akhirnya selangkah lebih pasti menuju Tanah Suci. Kisahnya begitu menyita perhatian, lantaran kakek berusia 67 tahun tersebut hanyalah seorang penjahit biasa. Lebih harunya lagi, ia berhasil pergi beribadah ke Tanah Suci setelah 27 tahun menabung untuk naik haji. Di kalangan pelanggannya, Sutaryono lebih akrab dikenal sebagai Pakde Yono. Ia biasa menjahit di pinggir jalan di kawasan Matraman, Jakarta Timur. Bermodalkan mesin jahit yang ia beli sejak 1990, ia harus melayani pelanggannya dengan kucing-kucingan. Tempat bekerjanya memasng masuk ke dalam kawasan yang dilarang untuk menggelar lapak dagangan. Dengan upah Rp15 ribu hingga Rp30 ribu, ia mengumpulkan tabungan, hingga pada 2014 ia memantapkan diri untuk daftar naik haji. Hasilnya, ia pun bisa mendapatkan nomor antrean untuk keberangkatan haji pada 2019 nanti. Tak Sengaja Menemukan Drone, Hingga Akhirnya Naik Haji Lain cerita dengan Pakde Yono, di Turki kisah mengharukan datang dari Al Hassan Abdullah. Ia merupakan lelaki miskin dari Ghana, sebuah negara di Afrika yang juga dikenal sebagai salah satu negara miskin di dunia. Secara tidak sengaja, Hassan menemukan drone jatuh di pekarangan rumahnya. Ia merasa takjub dengan benda kecil yang bisa terbang, dan lantas berpikir sederhana, apakah drone itu mempu membawanya ke Tanah Suci? Siapa sangka, keinginan Abdullah saat menemukan drone tersebut direkam, dan berhasil viral. Beruntungnya, foto dan ucapan Abdullah yang viral di media sosial tersebut akhirnya sampai ke TRT World, media Turki pemilik drone tersebut. Sampai akhirnya kabar viral ini dilihat oleh Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu. Ia pun memanggil Abdullah ke Istanbul, dan menerbangkannya ke Tanah Suci untuk beribadah haji. Bisa jadi kesempatan seperti Abdullah hanyalah 1 dari 1000 keberuntungan, tapi kamu masih bisa meniru semangat juang Pakde Yono. Buka saja dulu tabungan haji di CIMB Niaga Syariah. Tabungan tersebut menyediakan Kartu Debit Haji dan Umrah. Menariknya ada banyak sekali keuntungan yang diberikan. Dari bebas tarik tunai di ATM Al Rajhi di Arab Saudi yang dilengkapi fitur Bahasa Indonesia, juga jaringan ATM CIMB Group, Mastercard & MEPS, juga ATM Bersama/Prima di seluruh dunia. Di samping itu, Kartu Debit Haji dan Umrah CIMB NIaga Syariah memiliki nilai tukar terbaik, dengan diskon untuk belanja lebih hemat sepanjang tahun. Apalagi kehadiran teknologi chip dan PIN, berserta fitur 3D Secure Online Shopping, membuat kartu debet tersebut lebih aman dan nyaman digunakan untuk bertransaksi, seperti belanja oleh-oleh di Tanah Suci. Terakhir, jika kamu memiliki pertanyaan seputar haji dan umrah, kirimkan dengan mengisi formulir ForwardSpiritualJourney di sini. Sebuah tabungan iB pahala haji senilai Rp25 juta atau satu nomor porsi haji bisa kamu dapatkan jika terpilih menjadi penanya yang beruntung. Siapa tahu keberuntungan ini akan menjadikanmu kisah Abdullah berikutnya?

YONGDOLAH MAKAN DI RESTORAN MEWAH DI INGGRIS Yong melancong ke Inggris Yong caghi umah makan paleng beso.. Paleng mahal Nak makan sedap.. Masok restoran yong langsong disambot pelayan dan dikasi buku menu Tapi yong bingong nak mileh menu.. CERITA 5. Yong Dolah melancong ke Inggris (BAGIAN II) Yong dapat penghargaan GUINESS BOOK
SELAMAT DATANG DI WISATA BENGKALIS Abdullah Bin Endong Alias Young Dolah Young Dolah atau yang nama aslinya adalah Abullah Bin Endong merupakan seniman berasal dari Bengkalis, cerita yang didapatinya bersal dari pengalam – pengalaman pribadinya, yang penuh khayalan, lelucon dan kekonyolan. Sosok Yong Dolah selalu pembual yang suka bercerita, tapi yang diceritakan adalah kosong belaka. kisah-kisah yong dolah ini sudah jarang ditemui, karena kurang publikasi dari penerus ke penerus, sehingga cerita – cerita Yong Dolah ini hilang satu – persatu. Dalam ia bercerita Young Dolah sangat pandai berexpresi dan sangat hiperbola sehingga yang mendengar ceritanya bisa membuat kita tertawa terbahak-bahak dengan cerita yang dibawakannya. Yong Dolah bercerita tidak mengenal batas waktu bahkan tidak menggunakan bahan literatur atau referansi, sehingga ceritanya mengalir begitu saja seperti air tanpa putus, yang pastinya lucu sesuai dengan kepiawaian beliau. Lagenda Bengkalis ini seakan hilang begitu saja padahal beliau sangat berarti bagi orang Bengkalis, kisah – kisah beliau yang lucu hilang begitu saja, ini di akibatkan kurangnya publikasi dari generasi – kegenerasi sehingga nama beliau tidak harum sebagai budayawan dan sekaligus seniman Bengkali. Beberapa Kisah – Kisah Yong Dolah Yong Dolah sang Abu Nawas Melayu Yong Dolah Naik Haji Perjalanan yong Dolah ke Negri Ngotjoleria Yong Dolah – Memanjat Patung Liberty Yong Dolah – Jadi Kapten Kapal Pesiar Yong Dolah – Orang Riau Ikut Perang Teluk Linggis dan Tangga Yong Dollah Umpan Daun Yong Dolah Yong Dolah Dan Piala Dunia Yong Dolah Jadi Kapten Kapal Pesiar Masih banyak lagi kiasah – kisah sang lagenda Yong Dolah ini, tetapi sayang nya sudah ditemukan lagi, sayang sekali apa bila kisah – kisah Yong Dolah ini hilang begitu saja, dan masih banyak tokoh – tokoh seperti beliau yaitu lebai malang , pak pandir dan lain – lain. Maka dari itu sebagai anak bangsa jangan sampai sejarh – sejarah yang ada di daerah, terutama Indonesia harus di budidayakan dan diceritakan dari generasi ke generasi selanjutmya. Sumber > Dari Berbagai Artikel 1. Perjalana yong dollah ke Negri Ngotjoleria Yong Dolah waktu itu pergi ke negri Ngotjoleria tapi harus ke Bukittinggi dari Pekanbaru untuk mengantar belacan. Maka berceritalah si Pembual yang satu ini,, “Yong naik lori pergi ke Bukittinggi. Pas diatas bukit, Yong nak tengok pemandangan pakai keker..” Yong Dolah memulai bualannya. “Ape yang nampak Yong?” tanyaku. “Tenampak Pulau Bengkalis” “macaaam betul ajo dikau cakap ni Yong, Apo lagi Yong?” “Haaaa nampak mak lagi menampi beras, Yong pun berteriak “Maaaaak, kalau dah masak nanti, bilang ke Yong yo maaak !!” “Alaaahh mak, macam mano nak dengo. Jarak Bukittinggi ke Pulau Bengkalis itu ratusan kilometer lah Yong !!. Ah
 Yong ado-ado ajo..” bantahku.. “suko-suko aku lah , , kan aku sedang membual. . .” “iyoooo pulak,,, “ lalu Yong Dolah tersenyum sambil kentut, DHUUUTTT UUUUTTT !! Dan menghirupnya dalam-dalam, sebab menurutnya “tidak ada kentut yang paling wangi selain kentut kita sendiri” 
..?? *** cerita ini 100% fiktif belaka, bila ada yang tidak setuju dengan pendapat Yong Dolah tentang “kentut”, silahkan buktikan sendiri kebenaranya. 😀 belacan=terasi ado=ada ajo=saja dengo=dengar dikau=engkau iyo pulak=iya juga lori=truk keker=teropong tenampak=terlihat yo=ya 2. Panjat pokok kelapo Waktu tu Yong pergi memancing pakai joran. Joran Yong disentak dimakan ikan sampai Yong tercampak ke dalam air. Ikan terus menarik Yong kesana kemari sampai Yong tersangkut di batu. Yong coba tarik lepas tapi tak nak lepas. Yong ingat ada linggis dekat tangga. Yong ambil lingis, Yong tuil batu. Haaa
 lepas. 3. Mancing Ikan Pergilah Yong memancing. Sekali dimakan ikan, Yong sampai tercampak ke air. Yong ditarik ikan ke dalam air sampai terselit kepala Yong dicelah-celah batu. Yong meronta-ronta, tidak dapat lepas. Yong ingat, Yong ada linggis di rumah. Yong balek mengambil linggis. Yong tuil batu dengan linggis ; lepas. 4. Umpan daun yong dollah “Oiiiii
atan, dikau nak kemano?”, teriak Nizam dengan logat Bengkalis. Dalam logat Bengkalis, “kemana” menjadi “kemano”. Saat itu aku baru turun tangga sehabis neken Akte Kelahiran sebagai tugasku yang telah selesai diketik. “Woii
 dikau ni tereak-tereak aje, ini kantor, bahlul
.”, teriakku membalas dengan logat Tanjung Pinang yang banyak menggunakan huruf e lemah. Astaga, aku melarang Nizam teriak, aku malah ikut teriak. Hahahahaha
 “Tak ado do, sini kejaplah”, kata Nizam “Haaaa
. ape cite?”, tanyaku “Engkau dengar ni, kau pernah dengar cerita Yong Dollah ngael ikan di Jepang?”, lanjut Nizam “Lom lah, macam mana pula tu, haaa
 cite lah”, sambungku Maka dia pun bercerita Yong Dollah lagi Waktu tu khan Yong pergi ke negeri Jepun. Terus ikut orang Jepun tu bekelah dekat kolam ikan. Abis tu orang Jepun tu ngael. Tapi umpannya tak sama seperti kita. Orang Jepun tu pakai umpan daun yang tumbuh dekat situ. Sememang aneh. Orang Jepun tu mengait selai daun, campak ke kolam, aleh-aleh dapat ikan dengan umpan selai daun tu. Yong pening lalat juga liat orang tu. Yong ambil parang. Yong tebang pohon yang daunnya untuk umpan ikan tu. Lalu Yong letak pohon tu di kolam. Tak lama, Yong angkat pohon tu dari kolam. Haaaaa
 Yong pun dapat 10 ton ikan yang makan daun pohon tu. Yong lebih pandai dari orang Jepun tu 5. Cendramata Sepatu Yong dollah Yong Dollah waktu tu berangkat dari Bengkalis ke Singapore nak jual arang naik pompong. Laut teduh belinyang, tak bergelombang. Pas tengah selat Melaka, Yong keker, tenampak sebiji tong besar. Yong suruh kelasi dempetkan pompong ke tong besar tu dan naikkan ke atas dek. Yong buka. Alaaaaahhhh mak, isinya sepatu sebelah kiri semua. Yong suruh kelasi buang tong tu. Pompong jalan lagi, selang 1 jam, ketemu tong besar lagi. Yong suruh kelasi naikkan tong ke dek. Yong buka. Alaaaaah mak, isinya sepatu sebelah kanan semua. Kalaulah tong pertama tadi Yong bawa, penduduk Bengkalis bakal dapat cendera mata sepatu buatan Jepang lah. Itulah Yong tak nak simpan dulu sepatu belah kiri. Kalau disimpannya tentu dapat sepatu banyak buatan Jepang. Ah
 dasar Yong. Tapi coba bayangkan besarnya tong tersebut, sepatu dalam tong tersebut bisa untuk semua penduduk Bengkalis. Haaaaaaa
. 6. Bermain Bola samo Yong dollah Yong waktu tu nak olahraga juga. Yong pergi ke lapangan bola nak main bola kaki sama orang besar. Puas Yong lari sana lari sini nak rebut bola, tak dapat-dapat. Yong asyik kena kilik-kilik lawan terus. Yong pun tak dapat opor dari kawan. Pas Yong dapat bola, itu pun kena rebut lawan. Yong meradang. Yong tangkap bola tu pakai tangan. Yong tendang bola tu ke atas. Lalu Yong balek ke rumah. Yong lapar, lalu Yong makan. Abis makan, Yong ke lapangan lagi. Sampai di lapangan, bola tadi yang Yong tendang pun baru turun dari langit. 7. yong Jadi Imam Kala masa itu, Yong pergi ke surau nak shalat maghrib. Imam tak datang. Terpaksalah Yong jadi imam. Rakaat 1 dan 2 pun selesai. Masuk ke rakaat ke-3. Pada sujud terakhir, Yong agak lambat bangkit. Abis bangkit ke duduk, baca syahadat, basikan sikit waktu, lalu baca salam lĂȘkom kanan dan kiri. Pas nak balĂȘk, ada aral sedikit hari hujan. Saat itu Bengkalis lagi musim hujan. Maka Yong dan kawan lainnya yang jadi makmum pun duduk sebentar. AlĂȘh-alĂȘh, ada yang bertanya, “Yong ngape ngentam lambat sangat bangkit dari sujud terakhir tadi?”. “Yong tadi terdengar anak ayam teciap-ciap. Ciap pertama tak sama dengan ciap kedua dan ciap selanjutnya. Yong itung ada 10 ciap”. “Haaaaa
 Yong itung ciap ayam waktu sujud tadi?” “Ye”. “Astaga
 ulang balĂȘk shalat maghrib semua. Tak sempurna semayang kite. Cepat sikit, nanti abis waktu maghribnya”. Haaa
 itulah kalo tak konsen sama shalat. Ulang lagi lah. 8. Yong nak keker Yong waktu tu pergi ke Bukittinggi dari Pekanbaru melewati Bukit Barisan. Yong naik lori pergi kesana. Pas diatas bukit, Yong nak melihat pakai keker. “Ape yang nampak Yong?” “Tenampak Pulau Bengkalis” “Ape lagi Yong?” “Haaaa nampak mak lagi menampi beras” “Lalu” Yong pun berteriak “Maaaaak, kalau dah masak nanti, bilang ke Yong ye!” alaaahh mak, macam mane nak dengar. Jarak Bukit Barisan ke Pulau Bengkalis itu sekitar 400 km. Ah
 Yong ade-ade aje. 9. Jadi Kapten Kapal Pesiar ” Katanya yung pernah menjadi Kapten Kapal pesiar .” ” Ah! Usahlah di besar-besarkan pengalaman yang tak seberapo tu. Dari kecil yung sudah terbiasa dilaut, maka pekerjaan menjadi kapten kapal pesiar bukan dapat di banggakan, sama saja kapal pompong pergi menjaring kapal ke tengah laut.” ” Berapa lama Yung menjadi kapten kapal pesiar tu?” ” Tak lamo do kiro-kiro dua puluh lima tahunlah.” ” Kira-kira berapa banyak pekerja yang menjadi anak buah yung tu?”. ” banyak tu memag tak banyak, tapi kalau bilis satu goni dibagi-bagikan kepado anak buah kapal, paling dapat satu ekor satu orang kadang-kadang ado jugo yang cumo dapat kepalo.” ” sepertinya besar sekali kapal tu, yung?” ” Taklah beso betul, tapi kalau kito bejalan dari pangkal ke ujung,basi nasik tu baru kito sampai, dekatkan?”” Aduh,kalau begitu tentu tinggi kapal yung tu?” ” Tinggi apo anak yung pernah berak dari atas kapal, kering taik tu baru jejak kebawah. Kan tak tinggi tu belum sampai ke langit.” ” Sewaktu yung menjadi oarang nomor satu di kapal tu, pengalaman apa yang paling berkesan?” ” Aduh pengalaman apo agaknyo? Yung Dolah berfikir sejenak untuk mengingat – ingat o
yo ado
ado. Begini kapal berlabuh dilaut Francis, Yung pun ingin membuktikan kato orang – orang bahwa di laut Francis ni banyak ikan paus.” Untuk membuktikan yung keluarkan peralatan mengail, setelah semua peralatan mengail yung keluarkan, Yungpun bersiap-siap ketepi kapal hendak mengail,Tapi baru duo langkah Yung pun teringat bekal yang Yung siapkan dari Bengkalis. Miko tau apo umpannyo? Tentu miko tak tau sebab yung belum beri tau ni suko makan tumes belacan, jadi kemano yung berangkat, belacan tak lupo do. Supayo tu tahan lamo belacan tu yung simpan dalam peti sejuk dalam kamar yung. Belacan tulah yang yung jadikan umpan mengail di laut Francis. Setelah semuo nyo ado barulah yung tenang mengail. Lemparan pertamo, kail Yung langsung di sembo ikan. Tapi sayang belumpun naik ikan paus itu pun lepas. Tapi yung tak putus Aso. Yung lempo lagi kail Yung banyak pengail Francis yang kenal Yung dan mereka minta tanda tangan.” “Apa sebab minta tandatangan Yung?” “Miko pasti tak tau ? Yung inikan juara dunia mengail. Itulah, miko tak banyak baco buku sejarah, jadi orang lain yang tau kehebatan orang awak.” ” Balik kemengail tadi yung, ikan apa yang yung dapat?”” Oh yo lupo pulak. Yung duduk sambil menghisap rokok Kisaran yang Yung bawak dari bengkalis. Tengah sedap merokok, tiba-tiba kail yung di renggut ikan mak
mak, tak tanggung -tanggung bertanyo, dengan cepat Yung rentap tali kail Yung, ikan itu merentang ke kiri ke kanan, tapi yung tak habis akal, Yung bio dulu setelah meraso ikan itu dah agak lemah baru Yung tarik. Tapi yung tak sanggup menarik ikan itu, berat betul lama yung berfikir, macam mana nak yung teringat bahwa yung inikan kapten itulah Yung panggil seluruh pekerja kapal agar membantu Yung menarik ikan tu, setelah semua berkumpul,Yung suruhlah semua menarik ikan itu keatas, tapi belum jugo ikan itu dapat di tarik ke kepalo yung Yung tengah berfikir, anak buah Yung dari Kamboja agar menggunakan Kren pengangkat peti kemas untuk mengangkat ikan itu. Yung berfikir sejenak,dalam hati Yung bercakap “”agus jugo saran budak Kemboja ni.” Yung suruh pekerja yang menyiapkan kren, tapi tidak jugo ikan itu terangkat. Yung sedikit putus asa ” sebeso apo ikan ni agak ah,” cakap yung dalam hati. Pikir punya pkir,Yung teringat bahwa umpan itu tadi belacan, mungkin dengan membako belacan ikan itu akan timbul.”” Jadi yung bakar belacan itu?” ” Tentulah,Yung bako. Setelah yung bako belacan, Yung atriklah tali kail Yung, dan memang ajaib ikan itu tak berat lagi. Pelan-pelan yung angkat, alangkah terkejut karena rupo-ruponya ikan berat macam phonton itu ternyata ikan bilis.” “Setelah Yung tahu ikan bilis, apa Yung buat?” “Yung terus saja angkat ikan bilis tu. Dan setetlah sampai atas kapal, Yung ambik pisau, Yung belah perut bilis. Bukan main terkejutnyo Yung sebab dalam perut iakn bilis tu ada kapal tenker. Kareno geram betul hati perut Yung,Kapal tengker tu Yung tendang sampai bengkalis .” 10. Yong Dollah Bercerito di sebuah kedai Yong kabarnya baru pulang jalan jalan ye, dapat hadiah pulak katenya dari thailand. Betulkah agaknya tu ? Ha
 betul betul betul, yong baru terime dua hadiah dari thailand, aaaah mike nak dengar citonyo,haaaa dengor baik
baik ye. Hhhhhhhhhhh





.hari tu yong lagi manjat kelapo,, ketiko yong lagi diatas, yong merasa bupati memanggil yong. Yong harus cepat turun, ketika lihat kebawah tak ade tangga pulak. Yong teriak ama istri yong, tolong ambikan tanggo, rupanya dio lagi mandi. Yong tak pikir panjang, yong turun, yong ambil tanggo, habis tu baru yong turun dari pohon kelapo. Setelah yong turun dari pohon kelapo, yong langsung kerumah Bupati, ada apo agaknyo, Sampai di rumah Bupati, ruponyo Bupati dah nunggu, katonyo, yong harus berangkat ke Thailand sekarang jugo, president yang suuruuh untuk mewakili indonesia dalam perlombaan antar negare. Yong tanyo, perlombaan hapo ?, dio bilang berangkat ajolah , nanti ketinggalan kapal. Yong pulang kerumah, yong suruh istri yong siapkan semua keperluan, setelah itu yong langsung kepelabuhan naik becak. Sampai di pelabuhan, yong tekejut, ruponya kapal dah berangkat pulo. Apo lah caranya, dari pada ke ntam persiden yong kejor ajolah kapal. Yong terjun kelaut. Yong kejo kapal tu. Ketika yong berenang ngejo kapal tu, yong lihat di bawah, ado benda hitam panjang. Yong dekati ruponya kapal selam. yong ketok pintunyo, assalamualaikum, dio jawab walaikumsalam, rupanya kapal selam oang bengkalis, yong disuruh masuk, yong bilang mau ke thailand suruh pak president. Akhirnyo dio mau nganto ke sano. Pendengar Panjang kapal selam tu, yong ? Yong dollah panjang nyo, tak lah panjang sangat, kalau masak nasi dipangkal, basi sampai ke ujung. Pendengar Tinggi kapal selam tu, yong ? Yong dollah Tingginyo pun
.. taklah seberapo tinggi, kalau dikau tebeak dari atas, keing sampai bawah. Haaaa. Dikau banyak betanyo
 dengo ajalah dulu
 Akhirnyo yong sampai di thailand, oang ramai sangat disano. Yong tanyo dimano tempat lomba tu, ruponya di

. Lapangan.. Sampai di lapagan oang dah pada bekumpul, ketika diumumkan rupanya lomba nggangkat kaki gajah. Kareno yong datang telambat, yong jadi peserta terakhirlah. Peserta petamo dipanggil, rupoya dari amerika, namonyo superman, di angkatnya kaki gajah, dah kayak oang nak tebeak, kaki gajah tak juga bergerak, akhirnyo dio nyerah. Kemuidan dari japon. Sumo, diopun nyerah, tak bisa diangkatnya kaki gajah tu. Setelah semua peserta nyerah, akhirnyo giliran yong yang di panggil. Dari indonesia, yong dollah kato pembawa acara tu, oang yang nonton ketawo semuo, kerano badan yong yang kurus kecik. Yong tak habis piki, yong kelilingi gajah tu. Yong pandang lamo lamo. Setelah itu yong tegak di belakang nyo, yong pandang, haa ini agaknyo. Yong tegak, yong sentil buah peli gajah. Terkejut gajah tu, teangkat lah kakinyo. Akhirnyo yong menang. Setelah yong menang perlombaan pertama, ruponya masih ada yang keduo, yaitu menggelang kan kepalo gajah. Peserta yang tadi , mulai mencoba lagi, tapi tak ado yang bisa, haa
..sekarang tibolah giliran yong. Yong kelilingi lagi gajah tu. Habis yong minta kursi sama panitia. Yong letak kursi kat samping gajah, kat telingonyo, yong naik ke kursi, yong pegang telingo gajah tu, yong bisikan ke dio, gajah
. Gajah
. Kalau ku sentil lagi buah peli dikau mau tak ?.. Gajah tuh tediam dan mengeleng geleng.. dio bilang tak nak. Hhhaaaa akhirnyo yong lagi yang menang. Dah duo kan.
8yXbUR.
  • znyplsi7c6.pages.dev/374
  • znyplsi7c6.pages.dev/203
  • znyplsi7c6.pages.dev/293
  • znyplsi7c6.pages.dev/353
  • znyplsi7c6.pages.dev/322
  • znyplsi7c6.pages.dev/339
  • znyplsi7c6.pages.dev/361
  • znyplsi7c6.pages.dev/411
  • cerita yong dolah naik haji