Memahamikonsep Multidisiplin dan interdisiplin merupakan dalam upaya memahami dan memecahkan masalah kompleks dan urgensi pendidikan sebagai ilmu. Pendidikan tinggi di era rebolusi indusrtri 4.0 harus sangat kuat dalam kolaborasi multidisiplin. Harus berbasis sains terapan dan teknologi untuk meraih kemajuan yang lebih besar.
Pemahaman terhadap konsep pendidikan setidaknya berorientasi pada dua aktifitas utama yaitu pendidikan sebagai tindakan manusia sebagai usaha membimbing manusia yang lain educational practice, dengan pendidikan sebagai ilmu pendidikan educational thought. Pendidikan sebagai suatu tindakan sudah berlangsung lama sebelum orang berfikir tentang bagaimana mendidik. Bahkan dapat dikatakan pendidikan dalam artian ini sudah ada sejak leberadaan manusia di dunia ini, sedangkan pendidikan sebagai ilmu baru lahir kira-kira pada abad 19. Dua pengertian tersebut oleh prof. Gununing dibedakan dengan dua persitilahan, yaitu Paedagogie untuk pendidikan dalam artian praktik dan Paedagogiek untuk ilmu pendidikan atau yang berhubungan dengan teori pendidikan yang mengutamakan perenungan atau pemikiran ilmiah Siwarno 1982. Dari kenyataan tersebut di atas E. H Wilds menggambarkan Education is as old as life itself; … Education, concious or unconcious, organizes or unorgasized, has always existed, playing an in area singly role in the drama of human progress………………………………Education took palse long before anyone thought abaout it; there writing about education long before was problem of education. Dalam kenyataan manusia menunjukkan bahwa pendidikan dalam artian pembimbingan sudah berlangsung sejak zaman primitif. Kegiatan pendidikan terjadi dalam hubungan orang tua dengan anak. Orang tua mengajak anak laki-laki pergi kebudayaan ladang, berburu agar anak memiliki ketrampilan berladang dan berburu. Seorang ibu membimbing anak untuk bekerja di lingkungan keluarga, agar anaknya memiliki kemampuan dalam mengurus kehidupan rumah tangga. Masih banyak lagi kegiatan-kegiatan yang lain yang merupakan aktifitas pendidikan berlangsung dalam kehidupan sehari-hari. Dari tinjauan sejarah pendidikan kelahiran ilmu pendidikan diawali dengan lahirnya tokoh-tokoh pemikir dalam bidang pendidikan. Pada abad 18 lahirlah tokoh-tokoh seperti J. A Comeniu, John Locke, Jean Jaques Rousseau, Immanuelkant dan J. J Pestalozzi. Sedangkan tokoh-tokoh pendidikan abad 19 hingga awal abad 20 diantaranya adalah Herbart, Frobel, Montessori, John Dewey dan dari pemikir-pemikir tersebut maka ilmu pendidikan terus berkembang hingga saat ini. Ilmu pendidikan atau Paedagogiek adalah teori pendidikan perenungan tentang pendidikan dalam arti yang luas. Ilmu pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari soal-soal yang timbul dalam praktik pendidikan Brojonegoro, 1986. Ilmu pendidikan telah berkembang dan memenuhi persyaratan sebagai ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri. Ilmu pengetahuan dapat berdiri sendiri apabila telah memenuhi persyaratan yaitu 1 memiliki objek sendiri, 2 methode penyelidikan, 3 sistematika, dan 4 tijuan sendiri. Objek Ilmu Pendidikan Ilmu pendidikan memiliki objek yang menjadi lapangan penyelidikannya yang terdiri dari objek forma dan objek materi. Objek forma adalah lapangan atau bahan penyelidikan suatu ilmu, sedangkan objek materi adalah sudut tinjauan dari suatu ilmu. Objek materi dari ilmu pendidikan adalah manusia,sedang objek formanya adalah kegiatan manusia membimbing perkembangan manusia untuk mencapai tujuan tertentu. Ilmu pendidikan dimungkinkan memiliki objek materi yang sama dengan ilmu pengetahuan lainnya namun berbeda dalam objek formanya. Dari objek forma inilah ditemukan permasalahan pendidikan, yang menjadi bahasan suatu ilmu yang disebut ilmu pendidikan. Metode Penelitian Ilmu Pendidikan Ilmu pendidikan sebagai ilmu pengetahuan memiliki metode penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Metode tersebut mencakup metode untuk mengumpulkan data maupun metode untuk mengolah data. Metode pengumpulan data dapat dilakukan melalui observasi, tes, interview, angket dan lain-lain. Metode untuk menganalisis data dapat menggunakan data analisis statistik maupun non statistik. Metode berfikir yang digunakan menganalisis dapat menggunakan metode induktif ataupun deduktif. Sistematik dalam ilmu pendidikan Sistem adalah susunan persoalan-persoalan yang teratur, sehingga merupakan suatu kesatuan yang organis, sehingga antara satu dengan lainnya saling berhubungan dan tidak dapat terpisahkan. Ilmu pendidikan memiliki persoalan-persoalan yang terssusun secara sistematis sehingga merupakan suatu kesatuan yang saling terkait. Terdapat berbagai variasi dalam komponen sistem pendidikan, namun ada beberapa hal yang selalu ada dalam sistem tersebut adalah 1 tujuan pendidikan, 2 pendidik, 3 peserta didik, 4interaksi pendidikan, dan5 lingkungan pendidikan. Tujuan Ilmu Pendidikan Dalam pengembangan ilmu pendidikan memiliki dua tujuan yang ingin dicapai yaitu untuk pengembangan suatu ilmu, yang berorientasi pada kebenaran suatu ilmu itu sendiri. Dengan cara ini akan menghasilkan ilmu teoritis murni yang tidak menghiraukan kegunaannya dalam praktik. Di samping tujuan tersebut ilmu pendidikan mengembangkan ilmu yang selanjutnya dapat digunakan dalam praktik pendidikan sehari-hari. Hal yang demikian ini sering disebut dengan ilmu bersifat praktis. Artinya teori yang ditemukan harus berorientasi pada praktik, atau dapat dipraktikan. Pendidikanmengandung tiga aspek yaitu mendidik, mengajar dan melatih. 1.Pendidikan Dalam Arti Khusus. Pedagogik, berasal dari kata Yunani " paedos ", yang berarti anak laki-laki, dan "agogos" artinya mengantar, membimbing. Jadi pedagogik secara harfiah berarti pembantu anak laki-laki pada jaman Yunani kuno yang pekerjaannya

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Pendidikan merupakan sebuah instrumen untuk meningkatkan parameter kesejahteraan. Karena pada hakikatnya pendidikan bertujuan atau memiliki substansi serta tendensi untuk mendidik, mengajar dan melatih serta mentransformasikan nilai-nilai sesuai dengan idiologi atau kepercayaan masing-masing. Korelasi terkait pendidikan sebagai ilmu dan seni itu karena sifat dari pendidikan tersebut relatif. Karena kerelatifan tersebut yang kemudian membuat pendidikan itu membutuhkan sebuah ilmu agar mencapai sebuah parameter atau standar dari sebuah tujuan tersebut dan perlu menggunakan pendekatan berbeda dengan sedikit sentuhan seni dalam melakukan transformasi. Karena seni dapat membantu proses adopsi dalam pendidikan untuk memudahkan proses adaptasi dari berbagai macam metodologi pendidikan itu sendiri. Persyaratan pendidikan sebagi ilmu didalamnya terdapat objek ataupun subjek dalam mentransformasikan nilai-nilai dari pendidikan itu sendiri, yang didalamnya terdapat objek salah satunya adalah objek melibatkan objek material dan objek formal dengan pendekatan sistematik seperti menggunakan point of view seperti menggunakan perspektif gejalan manusia dengan melibatkan atau riset tentang relevansi kondisi sosial dan budaya di masa yang akan datang. Adapun pengertian pendidikan itu menurut salah satu ahli ialah Langeveld, pedagogik ialah ilmu bukan saja untuk meneliti objek untuk mengetahui betapa kedaan hakiki objek itu, akan tetapi hendaknya bertindak. Pendidikan juga termasuk usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang. Pendidikan adalah sebuah proses untuk mewujudkan karakter yang baik, pengendalian diri, kecerdasan, serta berakhlak mulia. Mendidik sebagai ilmu, karena isi pendidikan meliputi landasan keilmuan, ilmu bersifat teoritis dan praktis. Sedangkan pendidikan sebagai seni karena meliputi perasaan serta hasil proses pendidikan merupakan sebuh karya yang memiliki nilai. Mengajar juga mempunyai seni yang harus dipahami agar penyimpanan materi ajar dapat mudah dimengerti dengan jelas oleh siswa pada saat pembelajaran, tanpa menggunakan seni saat pembelajaran maka mengajar tidak dibutuhkan karena akan lebih menarik dan membuat semangat belajar apabila belajar dengan media. Seni yang dimaksud disini adalah pemberian materi yang tepat oleh pengajar dalam dunia Pendidikan terutama Sekolah Dasar seni sangat penting karena banyak hal-hal yang didapat siswa melalui belajar seni contohnya seperti memberikan hak kepada siswa untuk menyampaikan pendapatnya ekpresi bebas, melatih pola pikir anak imajinasi dan mampu memberikan pembinaan keterlampilan dengan cara membina kemampuan berkarya seni kerajinan. Seni juga mempunyai peranan penting yaitu diantaranya seni sebagai bahasa visual, seni membantu pertumbuhan mental, dan seni membantu belajar bidang lain. Ilmu megajar juga termasuk hasil dari proses belajar, ilmu dapat diperoleh dari mana saja contohnya lingkungan, orang tua, teman dan lain sebagainya. Dalam ilmu pengajaran, guru akan menemukan macammacam siswa dengan berbagai macam karakteristik seperti tingka laku, tingkat kematangan emosi, intelegensi dan latar belakang yang berbeda. Pendidikan merupakan suatu kegiatan yang universal dalam kehidupan manusia, karena di mana pun dan kapan pun di dunia pasti membutuhkan proses pendidikan. Pendidikan sendiri pada hakikatnya yakni bertujuan untuk memuliakan manusia. Agar tercapainya pendidikan yang baik dan benar, diperlukan suatu ilmu yang mengkaji secara mendalam bagaimana cara ilmu pendidikan tersebut dilaksanakan. Ilmu yang menjadi modal dasar tersebut harus teruji. Fenomena pendidikan dapat dipelajari melalui metode ilmiah dan telah menghasilkan ilmu pendidikan. Ilmu pendidikan itu juga dapat menjadi ilmu dasar dan juga petunjuk dalam rangka praktek pendidikan. Dengan dasar ilmu pendidikan para pendidik dapat menyusun desain pembelajaran, yang memuat tujuan, isi, metode, dan teknik mengajar serta evaluasinya. Implementasi praktek dalam pendidikan di sekolah dasar juga harus disertai ilmu, karena tanpa adanya ilmu maka praktek pendidikan tersebut di sekolah dasar tidak akan terwujud karena siswa juga tidak akan mampu menerima praktek pendidikan yang tidak disertai ilmu. Ketika praktek pendidikan tanpa ilmu, anak didik tidak akan mampu menyerap dan menerima pelajaran yang disampaikan oleh guru ataupun pendidik. Pendidikan sebagai ilmu dan seni sendiri pertama kali dikemukakan oleh Neil. Menurut ia “mendidik dan mengajar bukanlah suatu ilmu, tapi adalah seni. Mendidik yang diartikan sebagai seni ialah bagaimana kita dapat hidup dengan anak-anak dan dapat mengerti anak-anak sehingga seolah-olah kita menjadi seperti anak-anak”. Pandangan bahwa mengajar atau mendidik tidaklah seni semata, tetapi juga ilmu dikemukakan oleh Charles Silberman. Silberman antara lain menyatakan seperti berikut “Yakin mengajar seperti praktek kedokteran banyak merupakan suatu seni, yang memerlukan latihan bakat dan kreativitas. Tetapi seperti kedokteran, mengajar adalah juga menjadi sebuah ilmu, karena berkenaan dengan suatu perbendaharaan teknik - teknik, prosedur - prosedur, dan kecakapan - kecakapan yang dapat kita pelajari dan diterangkan secara sistematis, dan oleh karena itu ditransmisikan dan dikembangkan” Dalam proses pembelajaran di sekolah dasar, praktek pendidikan merupakan suatu paduan dari ilmu dan seni. Karena pada dasarnya selain memiliki ilmu, guru juga diharapkan dapat mengajar dengan kreativitas tinggi dan tentunya kreativitas tersebut mengandung seni. 1 2 Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya

Sekarangkamu sudah mengerti apa itu psikologi pendidikan. Karena fungsinya yang tidak lepas dari dunia pendidikan, ada banyak peranan penting dalam mempelajari ilmu ini. Semakin kamu paham tentang ilmu psikologi pendidikan, maka semakin mahir kamu dalam menyelesaikan masalah dunia pendidikan sebagaimana berikut. 1. Paham keunikan dan karakter Materi Pokok Mata Kuliah Ilmu Pendidikan 1. Pengertian Pendidikan 2. Tujuan Ilmu Pendidikan 3. Obyek ilmu pedidikan 4. Faktor-faktor pendidikan 5. Aliran-aliran pendididkan 6. Tripusat pendidikan BAGIAN I PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN Pendidikan Sebelumnya marilah kita pahami dahulu istilah ilmu pendidikan Paedagogiek dan pendidikan Paedagogie. Istilah diatas sebetulnya mempunyai makna yang berlainan Ilmu pendidikan mempunyai makna sama dengan istilah paedagogiek, sedangkan pendidikan sama dengan istilah paedagogie. Lalu apakah perbedaannya ? Menurut Ahmadi dan Dra. Nur Uhbiyati 199168 Ilmu pendidikan paedagogiek lebih menitik beratkan kepada pemikiran perenungan tentang pendidikan. Pemikiran bagaimana sebaiknya a. System pendidikan b. Tujuan Pendidikan c. Materi pendidikan d. Sarana dan prasarana e. Cara penilaian f. Cara penerimaan siswa/guru yang bagaiman Jadi ilmu pendidikan lebih menitikberatkan pada teori. Menurut Purwanto,MP. 19953 Pedagogik atau ilmu pendidikan ialah ilmu pengetahuan yang menyelidiki, merenungkan tentang gejala-gejala perbuatan mendidik.Perbuatan dalam praktek Paedagogik berasal dari kata yunani paedagogia yang berarti “pergaulan dengan anak-anak “.Paedagogos ialah seorang pelayan atau bujang pada zaman Yunani kuno yang pekerjaannya mengantar dan menjemput anak-anak ke dan dari sekolah. Juga dirumahnya, anak-anak tersebut selalu dalam pengawasan dan penjagaan dari para paedagogos itu. Jadi, nyatalah bahwa pendidikan anak-anak Yunani kuno sebagian besar di serahkan kepada paedagogos itu. Paedagogos berasal dari kata paedos anak dan agoge saya membibing, memimpin. Perkataan paedagogos yang mulanya berarti “rendah” pelayan, bujang, sekarang dipakai untuk pekerjaan yang mulai. Paedagogo pendidik atau ahli didik ialah seseorang yang tugasnya membibing anak dalam pertumbuhannya agar dapat berdiri sendiri. Sedangkan Pengertian pendidikan Paedagogie berasal dari bahasa Yunani terdiri dari kata “PAIS”, artinya anak, dan “AGAIN” diterjermahkan membimbing , jadi paedagogie yaitu bimbingan yang diberikan kepada anak. Menurut John dewey dalam Ahmadi dan Dra. Nur Uhbiyati 199169 Pendidikan adalah proses pembentukkan kecakapan-kecakapan fundamental secara intelektual dan emosional kearah alam dan sesama manusia. Menurut SA. Bratanata dkk dalam Ahmadi dan Dra. Nur Uhbiyati 199169 pendidkan adalah usaha yang sengaja diadakan baik secara langsung maupun dengan cara yang tidak langsung untuk membantu anak dalam perkembangannya mencapai kedewasaannya. Menurut Purwanto,MP 199511 Pendidikan ialah segala usaha orang dewasa dalam pergaulan dengan anak-anak untuk memimpin perkembangan jasmani dan rohaninya kearah kedewasaan. Menurut GBHN Pendidikan usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan didalam dan di luar sekolah dan berlangsung seumur hidup. Dari rumusan Pengertian diatas nyatalah bahwa pendidikan yang sebenarnya berlaku dalam alam pergaulan antara orang dewasa dan anak-anak. Pergaulan antara orang dewasa dan orang dewasa atau pergaulan antara anak-anak dan anak-anak tidak dapat dinamakan pergaulan pendidikan paedagogis.Tetapi kita juga harus ingat tidak tiap-tiap pergaulan antara orang dewasa dan anak bersifat pendidikan . Contoh orang tua menyuruh mengambil kaca mata bukan karena bermaksud mendidik, melainkan karena ia sendiri enggan mengambil. Satu-satunya pengaruh yang dapat dinamakan pendidikan ialah pengaruh yang menuju kedewasaan anak untuk menolong anak menjadi orang yang kelak dapat dan sanggup memenuhi tugas hidupnya atas tanggung jawab sendiri. Pendidik harus orang yang sudah dewasa Telah dinyatakan dengan tegas bahwa hal mendidik terdapat dalam pergaulan / hubungan antara orang dewasa dan anak. Dalam hal ini ada dua ketentuan 1. Si pendidik harus orang yang sudah dewasa sendiri, 2. Si terdidik harus orang yang belum dewasa, jadi terbatas pada anak-anak saja. Mengapa demikian ? Dalam hal ini kita harus ingat kepada tujuan pendidikan . , Dikatakan bahwa mendidik adalah memim pin anak kearah kedewasaan. Jadi, yang kita tuju dengan pendidikan kita ialah kedewasaan sianak. Tidaklah mungkin pendidik membawa anak-anak kepada kedewasaannya jika pendidik sendiri tidak dewasa. Membawa anak kepada kedewasaannya bukan hanya dengan nasihat-nasihat, perintah-perintah, anjuran-anjuran dan larangan-larangan saja, melainkan yang pertama-tama ialah dengan gambaran kedewasaan yang senantiasa dapat dibayangkan oleh anak dalam diri pendidiknya, didalam pergaulan mereka antara pendidik dan anak didik. Pengertian Dewasa Menurut Ahmadi dan Dra. Nur Uhbiyati 1991 14 arti kedewasaan kadang – kadang dibedakan menjadi kedewasaan jasmani dan kedewasaan rohani. Jika segala kedewasaan kita tinjau, maka tampaklah cirri – cirinya, yaitu sifat tetap dan sifat teratur dan statis jika dibandingkan dengan dinamika pada anak-anak yang selalu menghendaki dan mengalami perubahan. Sebenarnya pada orang dewasa ada pula gejala-gejala yang dinamis tetapi arti yang tidak plastis dinamika pada orang dewasa selalu tampak suatu garis hidup yang tetap dan tegas ada rencana dan tujuan yang dewasa sudah tidak suka lagi bermain-main seperti anak. Anak belum mempunyi kedudukan yang tetap dalam kehidupan masyarakat dan masih memerlukan perlindu ngan. Orang dewasa itu benar-benar mengetahui siapa dirinya dan apa yang diperbuat,baikkah atau burukkah itu. Jadi, menjadi dewasa dan kedewasaan itu mempunyai arti kesusilaan juga. Ia mau mempertanggungjawabkan keadaannya dan segala perbuatannya. Ia secara moral telah menyesuaikan diri dengan norma-norma kesusilaan. Perbandingan antara gejala – gejala keajala keanakan dan gejala kedewasaan sebagai berikut Anak-anak Dewasa . Mencari bentuk . Tak mempunyai ketetapan . Tak ada kemerdekaan . Kelihatan mudah berubah . Lemah . Memerlukakepan bantuan .Sangat mudah terpengaruh belum mempunyai keyakinan yang tetap . Menampakkan diri sebagai bentuk . Beranggapan mempunyai bentuk . Merdeka . Tetap, stabil . Kuat . Membantu . Tahu mengambil dan menentukan jalan tidak bergantung kepada orang lain Pentingnya pendidikan dan ilmu pendidikan Kata pendidik bagi awam langsung mengkaitkan dengan masalah sekolah dalam arti pertemuan guru dan murid. Seh ingga orangtua merasa berkewajiban untuk mendidik anaknya baik secara langsung maupun tidak langsung lewat persekolahan. Mengapa pendidikan itu penting ? a. Segi anak Anak adalah makhluk yang sedang tumbuh. Oleh karena itu pendidikan penting sekali karena mulai sejak bayi belum dapat berbuat sesuatu untuk kepentingan dirinya, baik untuk mempertahankan hidup maupun merawat diri , semua kebutuhan tergantung orang tua. Bandingkan dengan anak binatang, misalnya anak ayam dalam waktu yang relative sing Kat si anak ayam sudah mampu untuk jalan dan makan sendiri, tidak demikian halnya dengan anak manusia. Oleh sebab itu anak/bayi manusia memerlukan bantuan, tutunan, pelayanan, dorongan dari orang lain demi mempertahankan hidup dengan mendalami belajar setahap demi setahap untuk memperoleh kepandaian, ketrampilan, dan pembentukkan sikap dan tingkah laku sehingga lambat laun dapat berdiri sendiri yang memerlukan waktu yang cukup lama. b. Segi orangtua Pendidikan adalah karena dorongan orangtua yaitu hati nuraninya yang terdalam mempunyai sifat kodrati untuk mendidik anaknya baik dalam segi , sosial, emosi dan inteligensinya agar memperoleh keselamatan , kepandaian agar mendapat kebahagian hidup yang mereka idam-idamkan, sehingga ada tanggungjawab moral atas hadirnya anak yang diberikan Tuhan Yang Maha Kuasa untuk dapat dipelihara dan dididik dengan sebaik-baiknya. Menurut Brojonagoro dalam Abu Ahmadi dan Uhbiyati 199175 pendidikan dapat dimulai lebih awal lagi, bahkan ketika calon suami istri. Dalam hal ini orangtua zaman dahulu sangat hati-hati. Mereka berpegang teguh pada ajaran “bibit, bebet, Bobot”. Mengenai kemungkinan – kemungkinan pendidikan ini, ada beberapa pendapat, antara lain 1. Aliran naturalism kodrat berpendapat bahwa pendidikan itu tidak perlu, sebab perkembangan anak itu tergantung dari kodrat yang dibawanya/dimilikinya sejak ia belum dilahirkan. Pendapat ini selaras dengan aliran nativisme pembawaan. Menurut aliran ini bayi yang lahir telah membawa sifat-sifat dari orangtuanya. Sehingga pendidikan bagi anak itu rasanya tidak mungkin berhasil. 2. Aliran empirisme Pengalaman berpendapat bahwa anak yang baru lahir seperti kertas putih bersih. Jadi pendidikan maha kuasa . Orang dapat menuliskan apapun pada kertas itu. Pendidikaan dapat membentuk anak sesuai dengan seleranya. 3. Aliran convergensi berpendapat bahwa kodrat /pembawa maupun pengalaman lingkungan , kedua-duanya merupakan kesatuan mutlak didalam perkembangan anak didik. Jadi pendidikan itu tidak maha kuasa, juga tergantung dari kodrat atau pembawaan anak didik. Pentingnya Mempelajari ilmu Pendidikan a. Untuk pengembangan individu Manusia sebagai makhluk berbudaya dapat mengembangkan dirinya sedemikian rupa sehingga mampu membentuk norma dan tatanan kehidupan yang didasari oleh nilai-nilai luhur untuk kesejahteraan hidup baik perseorangan bersama. Berkembangnya kehidupan manusia sebagai makhluk budaya setidaknya disebabkan oleh – Adanya kemampuan-kemampuan atau potensi dasar yang ada pada manusia seperti intelek, imajinasi, sikap, kehendak dan dorongan. – Adanya usaha pengembangan potensi manusia tersebut sehingga berujud kemampuan yang nyata dan adanya usaha penyerahan nilai atau norma tersebutyang sudah dimiliki oleh kehidupan manusia dari generasi ke generasi berikutnya. – pendidik pada umumnya Dengan memahami pendidikan pendidik dapat – – Memudahkan praktek pendidikan Dengan bekal ilmu pendidikan kegiatan pendidikan dapat direncanakan secara secara teratur dan sistematis – Dapat menimbulkan rasa kecintaan pada diri pendidik terhadap tugasnya, terhadap anak didik dan terhadap kebenaran – Dapat menghindari banyak kesukaran dan kesalahan dalam melaksanakan praktek pendidikan – Kesalahan yang mungkin dibuat dalam mendidik diantaranya 1. Cara mendidik terlalu keras dapat menimbulkan rasa harga diri kurang, sebaliknya yang terlalu lunak berarti memanjakan anak 2. Cara mendidik yang tidak memberi kesempatan untuk berkembang berarti menghambat pertumbuhan 3. Kesalahan menekankan tujuan pendidikan yang di inginkan . Misalkan terlalu menekankan pada intelek menjadi intelektualistis dan terlalu menekankan segi individu menjadi individualistis. c. Dari segi pembangunan Seperti telah kita ketahui dari GBHN tentang dasar dan tujuan pendidikan nasional “Pendidikan nasional berdasarkan atas pancasila dan bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan, ketrampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta, bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. 1. PENGERTIAN PENDIDIKAN ILMU PENDIDIKAN paedagogik adalah pemikiran bagaimana sebaiknya system pendidikan,tujuan pendidikan,materi pendidikan,sarana dan prasarana pendidikan,cara penilaian,cara penerimaan siswa,guru. Penddikan paedagogie yaitu menyangkut kegiatan belajar mengajar Menurut Ki Hajar Dewantara mendidik adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan kebahagian yang setinggi-tingginya. Kesimpulan menurut penulis pendidikan pada hakekatnya suatu kegiatan yang secara sadar dan disengaja,serta penuh tanggungjawab yang dilakukan oleh orang dewasa kepada anak sehingga timbul interaksi dari keduanya agar anak tersebut mencapai kedewasaan yang dicita-citakan dan berlangsung terus menerus. Definisi Pendidikan Islam Pendidikan islam ialah suatu aktifitas/usaha pendidikan terhadap anak didik menuju kea rah terbentuknya kepribadian muslim yang muttaqiem. Kepribadian muslim adalah kepribadian yang memiliki nilai-nilai agama islam,memilih dan memutuskan serta berbuat berdasarkan nilai-nilai islam dan bertanggungjawab sesuai nilai-nilai islam Menurut Kepribadian Muslim ialah kepribadian yang seluruh aspek-aspeknya yakni tingkah laku luarnya,kegiatan jiwanya,maupun filsafat hidup dan kepercayaannya menunjukkan pengabdian kepada Tuhan,penyerahan dirinya kepada-Nya Muttaqiem adalah orang-orang yang bertakwa kepada yang maha pencipta,yaitu Allah swt,sedang takwa artinya mentaati/melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala yang dilarang-Nya,beramar ma’ruf nahi mungkar Takwa adalah sesuatu yang di perintahkan Allah bagi orang-orang yang beriman sebagaimana di firmankan oleh Allah yang artinya “Hai orang-orang yang beriman,bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya,dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan islam Tujuan pendidikan Islam harus selaras dengan tujuan diciptakan manusia oleh Allah SWT yaitu menjadi hamba Allah dengan kepribadian muttaqiem yang di perintahkan oleh Allah ,karena hamba yang paling mulia di sisi Allah adalah hamba yang paling takwa PENDIDIKAN DAN ILMU PENDIDIKAN A. Pentingnya Pendidikan Kata pendidik bagi awam atau pembaca umumnya langsung mengkaitkan dengan masalah sekolah dalam arti pertemuan guru dan orang tua merasa berkewajiban untuk mendidik anaknya baik secara langsung maupun tidak langsung lewat persekolahan. Mengapa pendidikan penting? 1. Segi anak Anak adalah makhluk yang sedang tumbuh, berbuat sesuatu untuk kepentingan dirinya,baik untuk mempertahankan hidup maupun merawat diri,semua kebutuhan tergantung ibu/orangtua. Bandingkan saja dengan anak ayam,misalnya dalam waktu yang relative singkat mampu jalan dan makan sendiri,tidak demikian halnya dengan anak manusia. Anak manusia memerlukan bantuan ,pelayanan,dorongan dari orang lain demi mempertahankan hidup dengan mendalami belajar setahap demi setahap untuk memperoleh kepandaian,ketrampilan dan pembentukkan sikap dan tingkah laku sehingga lambat laun dapat berdiri sendiri yang kesemuanya memerlukan waktu yang cukup lama. 2. Segi Orangtua Pendidikan adalah karena dorongan orangtua yaitu hati nurani yang terdalam yang mempunyai sifat kodrati untuk mendidik anaknya baik dalam segi fisik,sosial,emosi maupun intelejensinya agar memperoleh keselamatan, kepandaian agar mendapat kebahagian hidup yang mereka idamkan , sehingga ada tanggung jawab moral atas hadirnya anak yang di berikan Tuhan Yang Maha Kuasa untuk di pelihara dan di didik dengan sebaik-baiknya. B. Pentingnya mempelajari Ilmu Pendidikan 1. Untuk Pengembangan Individu Manusia sebagai makhluk berbudaya dapat mengembangkan dirinya sehingga mampu membentuk norma dan tatanan kehidupan yang di dasari oleh nilai-nilai luhur untuk kesejahteraan hidup, baik perseorangan maupun untuk kehidupan bersama. 2. Bagi Pendidik pada umumnya a. Memudahkan praktek pendidikan Dengan bekal ilmu pendidikan kegiatan pendidikan dapat di rencanakan secara teratur dan systematis teratur dan sehingga praktek pendidikan dapat sistematis menuju ketujuan yang telah ditetapkan. b. Dapat menimbulkan rasa kecintaan pada diri pendidik terhadap tugasnya, terhadap anak didik dan terhadap kebenarannya. Karenanya pendidikan akan selalu berusaha mempelajari dirinya. c. Dapat Menghindari banyak kesukaran dan kesalahan dalam melaksanakan praktek pendidikan Kesalahan yang mungkin di buat dalam mendidik diantaranya – Cara mendidik yang terlalu keras dapat menimbulkan rasa harga diri berkurang. Sebaliknya yang terlalu lunak memanjakan anak. – Cara mendidik yang tidak memberi kesempatan untuk berkembang berarti menghambat pertumbuhan. – Kesalahan menekankan tujuan pendidikan yang diinginkan. Misalnya pembentukkan intelek menjadi intelektualistis dan terlalu menekankan segi individu menjadi individualistis 3. Dari Segi Pembangunan Dapat di ketahui dari GBHN tentang dasar dan tujuan pendidikan nasional yaitu Pancasila yang bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan terhadap TYME, Kecerdasan, Ketrampilan ,mempertinggi budi pekerti,memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri,serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan bangsa UNSUR-UNSUR PENDIDIKAN 1. KOMUNIKASI Diartikan adanya interaksi hubungan timbal balik dari anak dengan orangtua atau pendidik atau dari orang yang belum dewasa kepada orang yang sudah dewasa dan sebaliknya 2. KESENGAJAAN Komunikasi yang terjadi merupakan suatu proses kesengajaan perbuatan yang di sadari oleh orang dewasa demi anak/peserta didik 3. KEWIBAWAAN Perbuatan orang dewasa hendaknya ada unsur wibawa dalam arti secara sadar atau tidak anak yang belum dewasa tadi patuh akan hasil didikan orang dewasa. Kewibawaan adalah pengaruh yang diterima dengan sukarela yang di miliki oleh orang dewasa. Di dalam kehidupan sehari-hari kita mengenal ada dua macam kewibawaan yaitu pemimpin/kepala Seperti kewibawaan pemimpin organisasi,baik organisasi politik atau organisasi massa,kewibawaan kepala kantor atau kepala sekolah B. Kewibawaan Keistimewaan Seperti kewibawaan seseorang yang mempunyai kelebihan atau keunggulan di bidang tertentu di antaranya a. Kelebihan dibidang ilmu pengetahuan,baik umum maupun agama b. Kelebihan di bidang pengalaman,baik dalam kehidupan maupun pekerjaan c. Kelebihan di bidang kepribadian,bidang akhlak maupun sosial d. Kelebihan di bidang harta e. Kelebihan di bidang keturunan yang mewarisi karisma leluhurnya 4. Normatif Yaitu adanya komunikasi di batasi adanya ketentuan suatu norma baik adat,agama,sosial,dan atau norma pendidikan formal. 5. Unsur Anak Perlu di perhatikan keadaan anak yang akan menerima pelayanan pendidikan sesuai dengan tingkat perkembangannya dan mengenali anak sebaik-baiknya. 6. Unsur kedewasaan/tujuan Perlu di pelajari arti kedewasaan baik secara phisik maupun psikis sesuai dengan norma-norma yang berlaku. JENIS-JENIS PENDIDIKAN 1. Menurut tingkat dan system persekolahan – Tingkat pra sekolah – Tingkat sekolah dasar – Tingkat sekolah menengah – Tingkat sekolah menengah atas – Tingkak perguruan tinggi 2. Menurut tempat berlangsungnya pendidikan Menurut Ki Hajar Dewantara pendidikan di bedakan menjadi 3 dan disebut tri pusat pendidikan a. Pendidikan didalam keluarga b. Pendidikan didalam sekolah c. Pendidikan di dalam masyarakat 3. Menurut cara berlangsungnya pendidikan Di bedakan antara pendidikan fungsional dan pendidikan intensional Pendidikan fungsional yaitu pendidikan yang berlangsung secara naluriah tanpa rencana dan tujuan tetapi berlangsung begitu saja Pendidikan intensional yaitu lawan dari pendidikan fungsional yaitu program dan tujuan sudah di rencanakan. 4. Menurut aspek pribadi yang di sentuh/tidak menyentuh seluruh dari kepribadian anak didik kita kenal pendidikan ORKES,pendidikan sosial,pendidikan bahasa,pendidikan kesenian,pendidikan moral,pendidikan sex dan lain-lain 5. Menurut sifatnya pendidikan a. Pendidikan informal yaitu pendidikan yang di peroleh seseorang dari pengalaman sehari-hari dengan sadar atau tidak sadar sepanjang ini dapat berlangsung dalam keluarga dalam pergaulan sehari-hari maupun dalam pekerjaan,masyarakat,keluarga,organisasi b. Pendidikan formal,yaitu pendidikan yang berlangsung secara teratur,bertingkat dan mengikuti syarat-syarat tertentu secara ini berlangsung di sekolah c. Pendidikan Non formal yaitu pendidikan yang di laksanakan secara tertentu dan sadar tetapi tidak terlalu mengikuti peraturan yang ketat. 2. Jadilah pendidik yang penyantun, ahli fikih, dan ulama. Disebut pendidik apabila seseorang mendidik manudia dengan memberikan ilmu sedikit-sedikit yang lama-lama menjadi banyak." (HR. Bukhari). BACA JUGA: Berikut Hadist-hadist dan 4 Keutamaan Menghafal Alquran. Hadist-hadist Nabi tentang Ilmu dan Pendidikan: Anjuran untuk Saling Berbagi Ilmu universitas sekolah tinggi. institut. akademi, dan bentuk lainnya (politeknik dan akademi komunitas) Secara lebih jelas, perbedaan mengenai bentuk perguruan tinggi yang telah disebutkan tadi, dapat kamu simak di bawah ini, ya! 1. Universitas. Berdasarkan undang-undang yang sama, universitas biasanya mencakup beberapa bidang ilmu, seperti ilmu Jakarta(Pendis) - Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama kembali melahirkan guru besar (professor) rumpun ilmu agama dari berbagai disiplin ilmu. Hal itu ditandai dengan terbitnya Surat Keputusan Menteri Agama (KMA) tentang penetapan 17 Guru Besar pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). PerbedaanFilsafat Pendidikan dengan Ilmu Pendidikan. Artikel: Rujukan Filsafat, Teori dan Praksis Ilmu Pendidikan. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia Press Ravertz, Jerome R. 2007. Filsafat Ilmu, Sejarah & Ruang Lingkup Bahasan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Sudjana, Djudju. 2007. Perkembangan Ilmu Pendidikan dan Keterkaitannya Dengan 1 Filsafat ilmu, merupakan satu cara pendekatan yang dipakai dalam memecahkan problematika pengembangan ilmu pendidikan dan menyusun teori-teori pendidikan oleh para ahli. 2) Filsafat ilmu, berfungsi memberi arah bagi pengembangan teori pendidikan yang telah ada dan memilki relevansi dengan kehidupan yang nyata. i8Z2.
  • znyplsi7c6.pages.dev/102
  • znyplsi7c6.pages.dev/263
  • znyplsi7c6.pages.dev/454
  • znyplsi7c6.pages.dev/437
  • znyplsi7c6.pages.dev/207
  • znyplsi7c6.pages.dev/403
  • znyplsi7c6.pages.dev/167
  • znyplsi7c6.pages.dev/319
  • perbedaan ilmu dan pendidikan